Sleman Creative Weeks #6, Ekonomi Kreatif Sleman Terus Didorong Tumbuh

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Sleman Creative Weeks #6 resmi dibuka. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi budaya, komunitas, dan masyarakat luas.
‎
Danang membuka SCW #6 secara simbolis dengan menerbangkan layang-layang dalam Sleman Kite Fest di Halaman Pondok Pesantren Gus Muwafiq, Minggir, Minggu siang.
‎
Pembukaan tersebut menandai tahun keenam penyelenggaraan Sleman Creative Weeks yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan komunitas kreatif Sleman secara berkelanjutan dan kolaboratif.
‎
Tahun ini, SCW #6 mengusung tema Living Shared Culture. Tema tersebut menempatkan kebudayaan sebagai bagian kehidupan yang terus tumbuh melalui pengalaman bersama masyarakat.
‎
Danang mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja keras menyelenggarakan rangkaian SCW #6 tahun 2026. Ia menyebut kolaborasi menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut bersama.
‎
Menurut Danang, Sleman Kite Fest menjadi ruang terbuka untuk mempertemukan anak-anak, generasi muda, keluarga, komunitas, seniman, dan masyarakat umum dalam kebersamaan yang hangat.
‎
“Dibalik kesederhanaan layang-layang terdapat nilai mendalam. Layang-layang mengingatkan kita pada kalimat sangkan paraning dumadi,” ujar Danang saat membuka festival tersebut.
‎
“Layang-layang yang terbang tinggi tetapi tetap terikat benang ke bumi merupakan simbol manusia sukses yang tetap eling akan sangkan asal-usul,” katanya.
‎
Danang menilai permainan layang-layang bukan sekadar hiburan. Aktivitas tersebut menghadirkan ruang interaksi, kreativitas, sekaligus pengalaman bersama bagi masyarakat Sleman secara nyata.
‎
“Harapannya, festival ini tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman bersama bagi masyarakat,” kata Danang saat membuka kegiatan tersebut kepada masyarakat.
‎
Ia berharap kegiatan itu mampu menerbangkan kembali semangat kreativitas, kebersamaan, serta kecintaan masyarakat terhadap ruang hidup bersama di Kabupaten Sleman secara berkelanjutan.
‎
Danang juga melihat ekonomi kreatif membutuhkan ruang bertemu agar gagasan, karya, komunitas, dan masyarakat dapat saling menguatkan sekaligus berkembang bersama secara positif.
‎
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya mengatakan SCW #6 turut membawa semangat ramah lingkungan dalam seluruh rangkaian kegiatannya tahun ini.
‎
Menurut Edy, semangat tersebut diwujudkan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mendorong perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar Sleman.
‎
“Harapan kami kedepannya ekosistem kreatif dan pariwisata terus berjalan beriringan yang mampu memberikan simbiosis mutualisme,” kata Edy dalam kesempatan tersebut.
‎
SCW #6 menghadirkan sejumlah agenda, termasuk Sleman Kite Festival pada 27 September di Ponpes Gus Muwafiq Minggir yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan tahun ini.
‎
Rangkaian berikutnya yakni Bedog Arts Fest pada 2-10 Oktober di Studio Banjarmili, menghadirkan ruang seni dan kreativitas bagi masyarakat serta komunitas Sleman setempat.
‎
Pesta Boneka dijadwalkan berlangsung pada 6-11 Oktober di Ruang Pana, Komplek Kampoeng Media, sebagai bagian dari rangkaian SCW #6 tahun ini.
‎
Selain itu, Sinergi Sinema Sleman dan Sleman Film Competition oleh KDM Cinema berlangsung pada 27 September, 6 Oktober, dan 10 Oktober 2026 mendatang.
‎
Dua lomba turut meramaikan SCW #6, yakni Sleman Film Competition dan Lomba Layang-Layang Tradisional yang melibatkan kreativitas serta partisipasi masyarakat secara langsung.
‎
Seluruh rangkaian SCW #6 mendapatkan dukungan Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026 untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan di Sleman secara berkelanjutan.
‎
Melalui berbagai agenda tersebut, pemerintah daerah berharap kreativitas masyarakat terus tumbuh, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru bagi pelaku ekonomi kreatif Sleman di masa depan.
‎
SCW #6 menjadi momentum mempertemukan budaya, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam ruang bersama yang terbuka, ramah lingkungan, serta berkelanjutan bagi masyarakat.(ady)