Domino ORADO Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Sleman
FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI 2026 resmi digelar di Pendopo Parasamya Sleman, Minggu pagi, menyemarakkan HUT ke-81 TNI secara resmi dan berkelanjutan.
Turnamen tersebut menjadi bagian pelaksanaan serentak Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI yang berlangsung di 101 titik seluruh Indonesia tahun ini secara resmi dan berkelanjutan.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono hadir membuka kegiatan yang mempertemukan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pengurus ORADO, serta masyarakat secara resmi dan berkelanjutan.
Yuniar mengatakan kejuaraan di DIY menjadi wadah kolaborasi sekaligus ruang kebersamaan antara TNI Angkatan Darat, Laut, Udara, Kepolisian, dan masyarakat pada Minggu pagi ini.
”Kegiatan ini diadakan dalam rangka HUT ke-81 TNI di 101 titik se-Indonesia,” ujar Yuniar dalam pembukaan turnamen tersebut secara resmi untuk masyarakat.
Menurut Yuniar, pertandingan domino di wilayah DIY diikuti sekitar 67 tim atau 128 peserta dalam kejuaraan yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman secara resmi dan berkelanjutan.
“Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan ngayubagyo bersama,” katanya saat menyampaikan pesan Panglima TNI melalui kegiatan tersebut secara resmi dan berkelanjutan.
Yuniar menilai domino yang selama ini dimainkan masyarakat ketika ronda atau berkumpul santai kini berkembang menjadi bagian olahraga resmi dan kompetitif secara resmi untuk masyarakat.
Semangat turnamen juga mengusung tema Orado Memintarkan Indonesia serta TNI Prima, TNI Bersama Rakyat sebagai pesan kebersamaan dalam peringatan HUT TNI sebagai ruang olahraga masyarakat.
Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan Asisten Personel Panglima TNI Marsda TNI Djon Amarul, domino disebut memiliki nilai strategi dan ketelitian dalam kegiatan olahraga nasional.
“Permainan domino mengandung nilai strategi, ketelitian, konsentrasi, kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan,” demikian pesan Panglima TNI yang disampaikan dalam acara tersebut di Pendopo Parasamya Sleman.
Pesan itu juga menekankan turnamen sebagai sarana membangun interaksi merakyat, memupuk kebersamaan, serta memperkokoh kemanunggalan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam momentum peringatan HUT TNI.
Ketua Pengprov ORADO DIY Sobri Emigasando menyebut turnamen tersebut sekaligus menjadi momentum menjaring atlet domino potensial untuk pembinaan berkelanjutan di daerah di tingkat daerah dan nasional.
“Saat ini kepengurusan kabupaten dan kota sudah terbentuk di Sleman dan Kulon Progo,” kata Sobri saat menjelaskan perkembangan organisasi ORADO dalam agenda pembinaan olahraga domino.
Menurut Sobri, pembentukan kepengurusan berikutnya akan dilakukan di Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul hingga seluruh wilayah DIY terorganisasi secara bertahap dalam agenda pembinaan olahraga domino.
“Kami menargetkan pembentukan selesai pada Desember 2026 sehingga siap mendaftar ke KONI DIY,” ujar Sobri mengenai target organisasi olahraga tersebut sebagai bagian penguatan organisasi ORADO DIY.
Sobri menjelaskan ORADO Domino telah terdaftar secara nasional di KONI dan ditargetkan menjadi bagian anggota KONI DIY pada awal 2027 mendatang untuk mendukung pembinaan atlet daerah.
“Ajang ini menjadi sarana pembinaan atlet agar siap berlaga di ajang bergengsi seperti PON 2028 mendatang,” jelas Sobri menegaskan arah pembinaan dalam kompetisi olahraga prestasi mendatang.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi resmi tersebut sebagai upaya mengembangkan domino menjadi olahraga prestasi yang kompetitif di Kabupaten Sleman dan wilayah DIY.
“Selama ini domino identik dengan permainan kumpul-kumpul santai. Melalui kejuaraan ini, domino diubah menjadi salah satu cabang olahraga prestasi,” ungkap Danang di hadapan peserta turnamen domino.
Danang berharap Pendopo Parasamya menjadi saksi lahirnya atlet domino berprestasi dari Sleman yang nantinya mampu berkiprah dalam kompetisi tingkat nasional secara resmi untuk masyarakat.
Ketua Umum PB ORADO Yooky Tjahrial menyampaikan pelaksanaan serentak 101 titik juga menjadi bagian upaya membangkitkan ORADO sebagai olahraga prestasi nasional secara resmi dan berkelanjutan.
Selain pembinaan atlet, kegiatan tersebut diarahkan mendukung target pencatatan Rekor MURI serta memperkuat sinergi organisasi olahraga, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dengan semangat sportivitas dan kebersamaan.
Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan, termasuk perwakilan Danlanud Adisutjipto, Danlanal Yogyakarta, Kapolresta Sleman, Dandim 0732/Sleman, serta unsur pemerintah daerah Sleman pada pembukaan turnamen tersebut secara resmi.
Turnamen diharapkan memperluas pembinaan domino sekaligus mendukung pengembangan industri olahraga dan pariwisata Indonesia melalui kompetisi, prestasi, kebersamaan, serta sportivitas bagi perkembangan olahraga domino nasional.(ady)

