Dorong Kreativitas Remaja, Wabup Sleman Minta Band Pelajar Terus Berkarya

‎FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan pentingnya ruang positif bagi generasi muda melalui kompetisi musik pelajar dalam FESTAPORA #2 Tahun 2026, Sabtu malam.
‎
‎Babak final Lomba Band Antar Pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat se-DIY berlangsung meriah di Atrium Rama Sleman City Hall (SCH).
‎
‎Danang Maharsa hadir langsung memberikan pengarahan sekaligus menyerahkan trofi kepada para pemenang yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung kompetisi.
‎
‎Kepala Dispora Sleman Heru Saptono mengatakan, FESTAPORA menjadi wadah pelajar menyalurkan aspirasi, kreativitas, dan minat bermusik melalui kegiatan positif.
‎
‎Menurut Heru, penyelenggaraan lomba tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah menyediakan ruang pengembangan bakat yang sesuai dengan karakter generasi muda masa kini.
‎
‎“Anak-anak muda membutuhkan wadah untuk menyalurkan kreativitas dan energinya. Musik menjadi salah satu pilihan kegiatan positif yang perlu kita dukung,” ujarnya.
‎
‎FESTAPORA #2 diikuti 13 grup band pelajar dari berbagai wilayah DIY. Setelah melewati tahap kualifikasi, enam grup terbaik berhak tampil pada babak final.
‎
‎Dari enam finalis, tiga grup berasal dari Sleman, dua grup dari Kota Yogyakarta, dan satu grup mewakili Kabupaten Gunungkidul.
‎
‎Heru mengungkapkan, minat peserta sebenarnya meluas hingga Jawa Tengah. Namun, panitia masih membatasi kepesertaan FESTAPORA tahun ini khusus pelajar wilayah DIY.
‎
‎“Antusiasme peserta cukup tinggi. Ada dua grup band dari Jawa Tengah yang sempat mendaftar, tetapi tahun ini kami fokuskan untuk DIY,” katanya.
‎
‎Berdasarkan penilaian dewan juri, Ruang Tunggu dari SMA Budi Mulia Dua berhasil merebut Juara I setelah bersaing dengan lima finalis lainnya.
‎
‎Posisi Juara II diraih Just Le Mount dari SMAN 2 Sleman, sedangkan Muharmony dari SMA Muhammadiyah 2 menempati peringkat ketiga.
‎
‎Sementara itu, After School dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta meraih Harapan I. Stemist dari SMK Negeri 2 Depok Sleman memperoleh Harapan II.
‎
‎Moedja Band dari SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari mendapatkan penghargaan Band Favorit berdasarkan pilihan penonton yang menyaksikan penampilan para finalis.
‎
‎Penghargaan individu turut diberikan kepada Arkana sebagai Vokalis Terbaik, sedangkan Arkana dan Imam mendapat apresiasi sebagai Gitaris Terbaik dalam kompetisi tersebut.
‎
‎Alif dari Ruang Tunggu meraih penghargaan Drummer Terbaik. Adapun Adib sebagai Bassist Terbaik dan Kelvin sebagai Keyboardist Terbaik berasal dari Just Le Mount.
‎
‎Danang Maharsa mengapresiasi Dispora Sleman dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan FESTAPORA #2 sebagai ruang kompetisi sekaligus pengembangan potensi generasi muda.
‎
‎“Anak-anak usia SMA sederajat memiliki energi yang sangat besar. Kalau tidak diberikan ruang positif, kita khawatir energi itu justru tersalurkan ke kegiatan negatif,” kata Danang.
‎
‎Menurut dia, panggung FESTAPORA bukan sekadar tempat memperebutkan gelar juara, melainkan kesempatan bagi pelajar menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan kreativitas.
‎
‎Danang juga mengingatkan para pemenang agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
‎
‎“Jangan berlebihan merayakan kemenangan. Jadikan prestasi ini sebagai penyemangat untuk terus berkarya dan mengasah kemampuan bermusik,” pesannya kepada para peserta.
‎
‎Dia berharap pelajar Sleman mampu mengikuti jejak grup musik asal Yogyakarta yang berhasil menembus industri nasional melalui latihan disiplin, kekompakan, dan konsistensi berkarya.
‎
‎“Musik jangan hanya dianggap sebagai hobi. Hayati musik sebagai karya seni yang bisa menghasilkan prestasi dan membawa nama baik daerah,” tegas Danang.
‎
‎Melalui FESTAPORA #2, Pemkab Sleman berharap semakin banyak talenta muda berkembang, berprestasi, dan memiliki ruang berekspresi positif sekaligus membangun masa depan melalui musik.(ady)