Realisasi Sleman Gaspol 2026, Pemkab Fokuskan Optimalisasi Jalan Mulus dan Penerangan Umum

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Jumpa Pers bertema “Sleman Dalane Alus lan Padang” pada Selasa (13/10/2026).
‎
‎Dua narasumber utama hadir yaitu Kepala DPUPKP Sukarmin, ST, M.T. dan Kepala Dinas Perhubungan Heri Kuntadi, A.P, M.T.
‎
‎”Tema ini wujud komitmen kami mewujudkan jalan mulus dan penerangan memadai,” tegas Sukarmin membuka jumpa pers.
‎
‎Menurut data DPUPKP, kebutuhan APJ Ruas Jalan Kabupaten sampai 2026 mencapai 18.341 titik. Yang sudah terbangun baru 9.020 titik atau 49,18 persen.
‎
‎”Artinya masih kurang 9.321 titik untuk ruas jalan kabupaten,” jelas Sukarmin merinci kekurangan infrastruktur penerangan jalan.
‎
‎Jika ditambah kekurangan APJ jalan nasional 572 titik dan provinsi 873 titik, maka total kekurangan APJ di Sleman mencapai 10.766 titik.
‎
‎Untuk APJ Permukiman, kebutuhannya jauh lebih besar. Dengan asumsi 20 lampu per RT dari 7.548 RT, dibutuhkan 150.960 titik lampu.
‎
‎”Yang tersedia baik swadaya maupun pemerintah baru 78 ribu. Jadi masih kurang 72.960 titik,” ungkap Sukarmin.
‎
‎Pemerintah tidak tinggal diam. Anggaran pembangunan dan pemeliharaan APJ terus ditingkatkan dari tahun 2025 sampai 2027.
‎
‎”Untuk pembangunan 2025 Rp19,1 M, 2026 Rp21,6 M, 2027 Rp30,6 M. Pemeliharaan juga naik jadi Rp7,8 M di 2027,” rinci Sukarmin.
‎
‎Tahun 2026 jadi tahun progresif. Direncanakan penambahan APJ Permukiman sebanyak 3.952 titik dari sebelumnya 1.996 titik di 2025.
‎
‎Selain itu, anggaran pemeliharaan lampu 2026 dialokasikan Rp6,7 Miliar untuk memastikan penerangan tetap menyala.
‎
‎Rencana 2027 juga sudah disiapkan. Akan dibangun APJ ruas jalan 444 titik dan APJ Permukiman 3.437 titik.
‎
‎”Kami prioritaskan penggantian lampu yang mati dengan lampu LED hemat energi,” kata Sukarmin terkait efisiensi anggaran.
‎
‎Pemeliharaan dilakukan 4 tim kerja. Tiga tim bertugas pagi sampai siang, satu tim sore sampai malam. Minggu hanya satu tim.
‎
‎”Prioritas perbaikan adalah kerusakan berbahaya seperti kabel putus, tiang roboh, dan tiang nyetrum,” tegasnya soal standar pelayanan.
‎
‎Perbaikan juga diprioritaskan di ruas rawan kecelakaan dan tindak kriminalitas, jalur evakuasi bencana, serta jalur utama ekonomi.
‎
‎Sepanjang 2026 sampai September, sudah 3.053 titik APJ diperbaiki. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons aduan warga.
‎
‎Penentuan lokasi pembangunan berdasarkan survei, pendataan, dan usulan masyarakat. Saat ini sedang dibuat pemetaan geospasial APJ lewat aplikasi.
‎
‎”Kami upayakan pembangunan merata, terutama di blank spot yang rawan kecelakaan,” ujar Sukarmin.
‎
‎Sementara itu, Kadishub Heri Kuntadi menekankan aspek “Dalane Padang” sangat penting untuk keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
‎
‎”Aduan terbanyak masuk lewat Hotline Dishub, Lapor Sleman, dan media sosial,” kata Heri. Ia meminta warga melampirkan foto dan lokasi.
‎
‎Dengan kolaborasi DPUPKP dan Dishub, Sleman menargetkan 2026 menjadi tahun perbaikan besar infrastruktur jalan dan penerangan.
‎
‎”Dalane Alus, Dalane Padang bukan sekadar slogan. Ini kebutuhan dasar warga,” pungkas Heri menutup jumpa pers.(ady)