Polemik Keterlibatan Kampus dalam Program MBG Jadi Sorotan Publik

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Pernyataan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Achmad Nurmandi, mendadak jadi perhatian publik usai secara terbuka menolak keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
‎
‎Di tengah dorongan pemerintah agar perguruan tinggi ikut mengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), UMY memilih mengambil jarak.
‎
‎“Ngapain lah kita ngurus-ngurus MBG, bukan urusan kita itu,” tegas Nurmandi saat ditemui di Ballroom Gedung UMY Student Dormitory, Sabtu (16/5/2026).
‎
‎Nurmandi menegaskan penolakan itu bukan karena menentang program MBG yang digagas pemerintah. Namun, menurutnya, pengelolaan dapur dan distribusi makanan bukanlah tugas utama perguruan tinggi.
‎
‎“Menolak, nggak mau saya. Ngurus kampus aja pusing kok ngurus MBG,” katanya lugas.
‎
‎Ia menilai kampus seharusnya fokus pada pendidikan, riset, dan pengembangan akademik, bukan menjalankan fungsi operasional layanan pangan.
‎
‎Menurut Nurmandi, meski kampus memiliki fasilitas memadai, hal itu tidak otomatis membuat perguruan tinggi wajib terlibat dalam program MBG.
‎
‎“Walaupun kita punya fasilitas, kami menganggap itu bukan bidangnya kampus,” ujarnya.
‎
‎Sikap tegas UMY itu memunculkan perdebatan baru soal batas peran kampus dalam program-program strategis pemerintah di luar sektor pendidikan.
‎
‎Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mendorong kampus-kampus di Indonesia agar memiliki minimal satu dapur MBG atau SPPG.
‎
‎Bahkan, ia berharap kebutuhan bahan pangan program tersebut dapat dipasok dari lingkungan sivitas akademika masing-masing.
‎
‎Langkah itu disebut sebagai upaya membangun ekosistem pangan bergizi berbasis pendidikan dan masyarakat.
‎
‎Di sisi lain, polemik keterlibatan kampus dalam pengelolaan MBG mulai mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
‎
‎Komisi X DPR RI dikabarkan bakal memanggil Kemendiktisaintek untuk meminta penjelasan terkait alasan perguruan tinggi diberi ruang mengelola dapur MBG.
‎
‎Pernyataan keras Rektor UMY kini menjadi bahan perbincangan luas dan dinilai membuka diskusi besar soal arah kebijakan pendidikan dan beban baru kampus di era pemerintahan saat ini. (waw)