Pengamanan Haji di Pandeglang Diperkuat, Polisi Fokus Cegah Kriminalitas

FAJARLAMPUNG.COM, Pandeglang – Polres Pandeglang memperketat pengawasan terhadap potensi tindak pidana pencurian dan pembobolan kendaraan selama masa pemberangkatan jemaah haji di Pendopo Pandeglang. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan barang bawaan para pengantar. Selain menyebar petugas berseragam, jajaran personel kepolisian berpakaian preman juga diterjunkan untuk memantau pergerakan oknum yang mencurigakan di area publik.

Kabagops Polres Pandeglang, AKP Abdul Rahman Taufik, menekankan pentingnya kewaspadaan mandiri bagi masyarakat yang hadir mengantarkan keluarga mereka. Kepolisian telah memasang spanduk imbauan serta melakukan sosialisasi aktif melalui pengeras suara agar pengantar tetap menjaga barang berharga serta anak-anak di tengah keramaian. Kebijakan pembatasan pengantar juga diterapkan melalui koordinasi bersama Bagian Kesra dan panitia haji guna mengurangi penumpukan massa di area terbatas.
Skema pengamanan komprehensif ini dijadwalkan berlangsung pada tiga fase pemberangkatan, yaitu tanggal 9 Mei, 13 Mei, dan berakhir pada 17 Mei 2026. Fokus pengawasan tidak hanya terpusat di dalam area pendopo, tetapi menjangkau seluruh kantong parkir dan jalan protokol di sekitarnya. Penempatan petugas keamanan di titik-titik parkir seperti Kodim dan Masjid Agung diharapkan dapat menekan angka laporan kehilangan kendaraan maupun barang.

Arus lalu lintas di kawasan pusat pemerintahan Pandeglang tetap dikendalikan secara dinamis oleh Satlantas Polres Pandeglang agar tetap stabil. Meski ada penutupan jalan tertentu, akses jalan bagi masyarakat tetap dibuka melalui jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengendalian arus ini bertujuan memastikan 10 armada bus jemaah dapat keluar dengan lancar menuju jalur utama saat waktu keberangkatan tiba. Dalam pengamanan hari pertama, terdapat 393 jemaah haji yang menjadi fokus perlindungan petugas sebelum diberangkatkan pada pukul 03.00 WIB dini hari. Petugas memastikan setiap sudut Alun-Alun Pandeglang steril dari potensi gangguan ketertiban yang dapat menghambat jalannya prosesi. Mapping daerah rawan telah dilakukan secara detail guna meminimalisir celah bagi pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya.

Pihak kepolisian mengimbau keluarga jemaah untuk mematuhi aturan satu pengantar bagi satu jemaah guna menjaga ketertiban bersama. Kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti arahan petugas di lapangan sangat membantu dalam menciptakan suasana pelepasan yang khidmat dan aman. Kolaborasi ini diharapkan membuat angka kriminalitas selama musim haji tahun ini mencapai titik nol. Rangkaian pengamanan haji 2026 di Kabupaten Pandeglang ini menjadi prioritas utama demi menjaga citra daerah yang kondusif. Seluruh jajaran operasional dipastikan siaga penuh hingga pemberangkatan kloter terakhir selesai dilakukan. Kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan pengamanan terbaik bagi masyarakat selama agenda nasional ini berlangsung.