Kustomfest 2026 Soroti Ancaman Produk China bagi Bengkel Kustom Lokal

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Kustomfest 2026 kembali menggebrak Yogyakarta. Namun, di balik deru mesin, industri kustom menghadapi tantangan serius ketika bengkel mulai sepi dan persaingan produk China menguat.
‎
‎Festival otomotif kustom tersebut resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (10/10/2026), menandai perjalanan tahun ke-15 dengan mengusung tema High Octane.
‎
‎Digelar selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, Kustomfest bukan sekadar panggung modifikasi kendaraan. Ajang ini diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah industri kreatif Indonesia.
‎
‎Penggagas sekaligus Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, mengatakan tema High Octane dipilih untuk menjawab tantangan yang semakin mendekati pelaku industri kustom.
‎
‎“Kami memilih tema High Octane untuk menjawab tantangan yang kini mendekati industri custom,” ujar Lulut saat pembukaan festival tersebut.
‎
‎Menurutnya, kondisi industri kustom membutuhkan perhatian serius. Sejumlah bengkel mulai mengalami penurunan aktivitas, sementara pemasok komponen juga mengeluhkan berkurangnya kegiatan usaha.
‎
‎Lulut mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Padahal, bengkel dan pemasok komponen merupakan bagian penting dari ekosistem industri kustom yang menghidupi banyak pelaku usaha.
‎
‎“Bengkel-bengkel mulai sepi. Pedagang pemasok komponen juga mengeluhkan penurunan aktivitas usaha,” ungkapnya, menggambarkan tantangan yang kini dihadapi industri kreatif otomotif.
‎
‎Tantangan lainnya datang dari persaingan produk asal China. Lulut mengingatkan pelaku industri agar tidak mengabaikan perubahan persaingan yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha.
‎
‎Karena itu, Kustomfest diharapkan menjadi pemantik energi baru bagi para pelaku industri. Kreativitas perlu terus dikembangkan agar menghasilkan karya berkualitas sekaligus menggerakkan roda bisnis.
‎
‎“Lewat Kustomfest ini, saya berusaha mempertahankan energi baru kepada para pelaku industri kreatif agar kembali bergairah mengembangkan kreativitas dan menggerakkan bisnis,” tegasnya.
‎
‎Lulut menjelaskan, High Octane menjadi simbol dorongan untuk menghidupkan kembali mesin industri kustom. Semangat tersebut diharapkan memacu kreativitas, meningkatkan kualitas karya, dan memperkuat daya saing.
‎
‎“Bagaimana mesin custom ini dihidupkan lagi dengan menginjeksi bahan bakar yang beroktan tinggi, sehingga mesin bisa bekerja dengan performa maksimalnya,” jelas Lulut.
‎
‎Selain menggerakkan usaha, Kustomfest menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri, komunitas, dan kreator. Pertemuan tersebut diharapkan memperluas kolaborasi serta membuka peluang pengembangan karya.
‎
‎Lulut juga mengapresiasi dukungan media dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, publikasi media membantu memperkenalkan karya dan aktivitas komunitas kustom kepada masyarakat yang lebih luas.
‎
‎Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY sekaligus penasihat Kustomfest, KPH Purbodiningrat, menilai perjalanan 15 tahun festival tersebut menjadi bagian penting perkembangan ekosistem kreatif Indonesia.
‎
‎“Kustomfest tidak sekadar menghadirkan festival otomotif, tetapi juga mempertemukan ide, manusia, mesin, karakter, dan identitas Indonesia,” kata KPH Purbodiningrat.
‎
‎Dia berharap Kustomfest terus membuka ruang bagi karya anak bangsa untuk menemukan karakter, identitas, sekaligus panggungnya. Kolaborasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri.
‎
‎“Mari kita terus bergerak, terus berkarya, dan terus membawa karakter Indonesia ke panggung dunia,” ajaknya, menyerukan semangat bagi seluruh pelaku industri kustom.
‎
‎Tak hanya menghidupkan kreativitas otomotif, Kustomfest juga menghadirkan manfaat sosial. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi kolaborasi festival tersebut dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.
‎
‎Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta, kegiatan amal yang bekerja sama dengan Basarnas berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1.027.000.000.
‎
‎Menurut Hasto, capaian tersebut membuktikan kreativitas dapat melahirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Donasi yang terkumpul selanjutnya disalurkan untuk program bedah rumah dan bantuan pendidikan anak keluarga kurang mampu.
‎
‎“Kreativitas tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Hasto, mengapresiasi kepedulian yang tumbuh melalui kolaborasi tersebut.
‎
‎Hasto juga mengajak generasi muda tidak berhenti menjadi penonton. Anak muda didorong menciptakan karya, mengembangkan keterampilan, memanfaatkan teknologi, serta berani membangun usaha sendiri.
‎
‎“Manfaatkan teknologi, kuasai keterampilan teknis, perluas jejaring, dan berani memulai dari bengkel kecil,” pesannya, mengajak anak muda membangun masa depan melalui industri kreatif.
‎
‎Dia berharap Kustomfest menginspirasi generasi muda Yogyakarta menjadi pelaku industri kustom yang kreatif dan mandiri. Selain menghasilkan karya, usaha mereka diharapkan membuka peluang kerja baru.
‎
‎Kustomfest dipastikan berlanjut sebagai agenda tahunan. Setelah perayaan ke-15 tahun ini, penyelenggara menjadwalkan Kustomfest 2027 berlangsung di Jogja Expo Center pada 9–10 Oktober 2027.(waw)