Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi Medan, Menko AHY Fokus pada Akses Pendidikan Bebas Biaya
FAJARLAMPUNG.COM, MEDAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, Jumat (3/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Kita ingin melakukan intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas, bahkan di sini seluruhnya gratis, mulai dari diterima hingga lulus. Setelah lulus, mereka memiliki kesempatan memilih melanjutkan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, maupun langsung memasuki dunia kerja,” kata Menko AHY.
Menurut Menko AHY, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, negara harus hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Sekolah Rakyat Terintegrasi II berdiri di atas lahan seluas sekitar enam hektare milik Pemerintah Kota Medan. Kawasan pendidikan ini dirancang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa, yang terdiri atas 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
“Ini adalah salah satu upaya serius pemerintah dan merupakan program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Kementerian Sosial, dengan dukungan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Kami di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut mengoordinasikan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anak bangsa memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Negara punya kewajiban memberikan kesempatan yang baik kepada semua, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu, masyarakat yang harus kita lindungi dan bantu secara ekonomi maupun sosial,” tegas Menko AHY.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pembangunan fisik sekolah.
“Di balik setiap pembangunan infrastruktur ada kerja keras yang terlihat maupun tidak terlihat, mulai dari proses perencanaan, pembebasan lahan, land clearing, hingga pembangunan konstruksi. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengawal pembangunan ini,” tutup Menko AHY. (LSI)
Sumber : KemenkoInfrastruktur

