Kolaborasi Museum DIY Diperkuat, Syauqi Fokus pada Pelestarian Budaya Berkelanjutan

FAJARLAMPUNG.COM, ‎JOGJA – Memperingati Lustrum XI atau 55 tahun BARAHMUS DIY dengan semangat memperkuat museum sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus pembangunan berkelanjutan masyarakat luas.

‎Kegiatan bertema “Harmoni pada Perbedaan, Bersatu dalam Pelestarian” berlangsung di Gedung DPD RI DIY, Rabu (5/8/2026), dihadiri pengelola museum, akademisi, pemerintah, komunitas budaya.

‎Anggota Komite III DPD RI Perwakilan DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, menegaskan museum harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor demi masa depan.

‎”Ada tiga substansi utama yang harus kita urusi bersama dalam pengelolaan museum,” ujar Ahmad Syauqi Soeratno saat menyampaikan arah kebijakan penguatan museum.

‎Ia menjelaskan substansi pertama adalah nilai, yakni memastikan seluruh warisan para pendahulu tetap dijaga, dirawat, dipelihara, dan diwariskan kepada generasi berikutnya secara berkelanjutan.

‎”Kita ingin memastikan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu tetap hidup dan terus menjadi pedoman masyarakat,” tegas Syauqi pada awak media

‎Menurutnya, substansi kedua ialah kemanfaatan, sehingga museum tidak hanya memberi dampak kepada pengelola, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

‎”Kemanfaatan museum harus dirasakan pengelola maupun masyarakat, sehingga semua terdorong menjaga dan mengembangkan museum,” katanya.

‎Ia menambahkan substansi ketiga adalah keberlanjutan, yakni memastikan tata kelola museum berjalan profesional sehingga nilai dan manfaatnya tetap terpelihara sepanjang masa.

‎”Keberlanjutan berarti tata kelola museum harus profesional, akuntabel, dan mampu menebarkan nilai kepada generasi mendatang,” ujar Ahmad Syauqi Soeratno menegaskan kembali.

‎Syauqi mengajak BARAHMUS DIY menyusun roadmap kerja selama setahun sebagai panduan penguatan museum dengan evaluasi rutin setiap bulan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait.

‎”Buatlah roadmap setahun, lalu kita bertemu dan mengevaluasi setiap bulan agar langkahnya benar-benar terukur,” ungkapnya.

‎Menurutnya, DPD RI siap menjadi bagian penting dalam ekosistem pelestarian museum bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta seluruh elemen masyarakat.

‎”DPD siap masuk dalam ekosistem pelestarian museum agar kolaborasi berjalan semakin matang dan terarah,” tegas Syauqi.

‎Ia menilai kolaborasi menjadi kunci utama agar proses menanamkan, merawat, dan menyebarkan nilai budaya mampu berlangsung secara berkesinambungan di seluruh wilayah DIY.

‎”Peran pemerintah, swasta, perguruan tinggi, hingga masyarakat harus disatukan dalam ekosistem pelestarian museum,” katanya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor tersebut.

‎Melalui momentum Lustrum XI BARAHMUS DIY, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat komitmen menjaga museum sebagai ruang pembelajaran, pelestarian, sekaligus pembangunan masyarakat berkelanjutan.

‎”Pertemuan ini penting untuk memastikan nilai-nilai museum terus hidup, terus bermanfaat, dan terus berlanjut bagi generasi masa depan,” tutup Ahmad Syauqi Soeratno.(waw)