Kecelakaan KA Malabar dan Truk di Klaten, 13 Perjalanan Kereta Ikut Terdampak

FAJARLAMPUNG.COM, KLATEN – KA Malabar tertemper truk di Klaten dini hari, memicu keterlambatan 13 perjalanan kereta api lainnya dalam penanganan jalur Daop enam Yogyakarta pagi tadi.
‎
Peristiwa terjadi Kamis (27/8/2016), pukul 01.25 WIB di JPL 295 Klaten, namun tidak menimbulkan korban jiwa dalam kejadian tersebut hingga kini.
‎
Petugas KAI Daop 6 Yogyakarta langsung bergerak mengevakuasi lokomotif KA 68 Malabar yang terdampak setelah tertemper truk di pelintasan sebidang di lokasi kejadian.
‎
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan akibat gangguan perjalanan tersebut kepada seluruh penumpang secara langsung.
‎
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena kondisi ini,” ujar Feni hari ini dalam keterangan resmi KAI Daop 6 Yogyakarta tersebut pagi.
‎
Menurut Feni, tim KAI bergerak cepat melakukan penanganan rangkaian kereta dan evakuasi hingga berhasil, sehingga perjalanan berangsur kembali lancar dan normal setelah kejadian.
‎
KA Malabar akhirnya dapat melanjutkan perjalanan pukul 06.01 WIB menggunakan lokomotif pengganti setelah proses evakuasi dilakukan petugas di lokasi kejadian tersebut pagi tadi.
‎
Selain evakuasi, KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan perbaikan jalur untuk memastikan perjalanan kereta kembali aman, lancar, dan sesuai jadwal operasional pasca kejadian tersebut.
‎
Feni mengatakan, “Service Recovery telah diberikan kepada penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku,” sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan selama penanganan.
‎
‎
‎*Perjalanan KA Ikut Terdampak*
‎
Perjalanan ikut terdampak, antara lain KA Gajayana terlambat 20 menit, Lodaya lima menit, serta Mutiara Selatan terlambat sepuluh menit pada Kamis dini hari.
‎
KA Argo Lawu mengalami keterlambatan 65 menit, Madiun Jaya 20 menit, sedangkan KA Malabar menjadi perjalanan dengan keterlambatan terpanjang mencapai 289 menit tercatat.
‎
Perjalanan lainnya yang terdampak meliputi KA Manahan 14 menit, Singasari 33 menit, dan Commuter Line Yogyakarta-Palur hingga 85 menit keterlambatan akibat penanganan jalur.
‎
KA Commuter Line Yogyakarta-Palur lainnya terlambat 46 menit, Malioboro Ekspres Klaten sepuluh menit, KA 2601 mencapai 125 menit keterlambatan perjalanan pada periode tersebut.
‎
Sementara itu, KA Joglosemarkerto terlambat 11 menit dan Commuter Line Palur-Yogyakarta mengalami keterlambatan perjalanan selama 14 menit akibat penanganan tersebut pada jalur terkait.
‎
Pascaevakuasi, KA Sancaka 84 relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng menjadi kereta pertama yang melintas lokasi pada pukul 08.10 WIB setelah jalur dinyatakan aman dan lancar.
‎
“Seluruh KA kembali beroperasi dengan lancar dan tepat sesuai jadwal,” kata Feni, memastikan perjalanan telah pulih sepenuhnya setelah penanganan gangguan selesai dilakukan kini.
‎
KAI memberikan service recovery kepada pelanggan, berupa minuman, makanan ringan, atau makanan berat sesuai durasi keterlambatan perjalanan masing-masing kereta api sesuai prosedur tersebut.
‎
Feni mengucapkan terima kasih atas kesabaran pelanggan serta dukungan seluruh pihak yang membantu proses evakuasi dan pemulihan jalur kereta api selama penanganan berlangsung.
‎
Pengguna jalan diimbau berhati-hati, mematuhi rambu, melihat kanan kiri, serta wajib mendahulukan perjalanan kereta api ketika melintasi pelintasan sebidang di lokasi kejadian tersebut. (WAW)