Hadapi Musim Hujan, Talud Bronjong di Kali Kuning Resmi Rampung

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman — Talud bronjong Kali Kuning rampung, Komisi C DPRD DIY pastikan tebing dan permukiman warga Tegaltirto lebih aman menghadapi musim hujan di Sleman.
‎
Peninjauan dilakukan Jumat (25/9/2026), menyusul pembangunan pengamanan tebing Sungai Kali Kuning di Padukuhan Krikilan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman secara menyeluruh dan sekitarnya.
‎
Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro memimpin peninjauan bersama BBWSSO, pemerintah kalurahan, dukuh, tokoh masyarakat, dan warga setempat secara langsung pada Jumat tersebut.
‎
Nur mengatakan pembangunan bronjong menjadi langkah penting setelah erosi tebing pada 23 Januari 2026 mengancam badan jalan utama warga Padukuhan Krikilan sejak awal tahun.
‎
“Alhamdulillah, pembangunan pengamanan tebing dengan bronjong ini sudah terlaksana dengan baik,” ujar Nur saat meninjau lokasi bersama rombongan Komisi C DPRD DIY tersebut.
‎
Ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak karena merespons kebutuhan masyarakat dengan pembangunan pengamanan tebing Kali Kuning cepat demi keselamatan warga.
‎
“Kami berterima kasih kepada Balai Besar yang telah bekerja sama dan merespons kebutuhan masyarakat,” kata Nur dalam peninjauan tersebut kepada warga saat musim penghujan.
‎
Menurut Nur, sinergi DPRD DIY, BBWSSO, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan erosi dapat segera ditangani secara tepat dalam jangka panjang berkelanjutan.
‎
Talud bronjong yang dibangun memiliki panjang 74 meter dan tinggi tiga meter, menggunakan kawat berisi batu kali sebagai penguat tebing sungai di kawasan tersebut.
‎
Infrastruktur tersebut dirancang memperkuat tebing sekaligus mengurangi risiko erosi, longsor, dan dampak luapan air ketika debit Sungai Kali Kuning meningkat pada musim penghujan mendatang.
‎
Anggota Komisi C DPRD DIY Cintya Amanda Labetta Arie Seno turut melihat langsung kondisi talud setelah pembangunan pengamanan tebing selesai dilaksanakan bersama masyarakat setempat.
‎
“Kami hadir kembali untuk melihat langsung hasil pembangunannya,” katanya, mengingat Komisi C sebelumnya memantau kondisi tebing ketika erosi terjadi awal tahun tersebut di lapangan.
‎
Cintya berharap talud bronjong tersebut mampu menjadi perlindungan bagi jalan dan permukiman warga yang berada di sekitar aliran Kali Kuning saat hujan deras mendatang.
‎
“Kami berharap talud bronjong sepanjang 74 meter ini dapat mencegah erosi dan longsor,” ujar Cintya saat berada di lokasi pembangunan tebing bagi warga setempat.
‎
Ia menambahkan, pengamanan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air yang sebelumnya berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga sekitar Kali Kuning setempat warga.
‎
Dari sisi teknis, perwakilan BBWSSO Bintoro Juwandaru menjelaskan bangunan bronjong dibuat untuk memperkuat tebing menghadapi arus sungai ketika debit meningkat saat hujan deras berlangsung.
‎
“Pekerjaan pengamanan tebing sepanjang 74 meter dengan tinggi tiga meter ini telah kami selesaikan,” jelas Bintoro kepada rombongan peninjau di lokasi saat peninjauan langsung.
‎
Bintoro berharap bangunan pelindung tersebut memberikan manfaat nyata bagi kawasan permukiman dan jalan yang berada di sekitar lokasi pembangunan tebing Kali Kuning bagi warga.
‎
“Mudah-mudahan dengan selesainya bangunan pelindung tebing ini, kawasan permukiman dan jalan di sekitar lokasi dapat lebih terlindungi,” katanya kepada rombongan secara berkelanjutan untuk warga.
‎
Plt Lurah Tegaltirto Yustina Dwi Rahayu menyampaikan apresiasi karena kawasan sekitar Kali Kuning sebelumnya kerap terdampak luapan air saat hujan deras berlangsung di lokasi.
‎
“Kami berterima kasih kepada Komisi C DPRD DIY dan Balai Besar yang telah menampung aspirasi masyarakat,” tutur Yustina kepada wartawan secara langsung.
‎
Menurut Yustina, keberadaan bronjong penahan menjadi kabar positif bagi warga sekaligus diharapkan mendorong pengamanan lanjutan pada titik rawan lainnya di Tegaltirto secara bertahap mendatang.
‎
“Alhamdulillah, bronjong penahan sudah terbangun dan kami berharap pengamanan tebing dapat dilanjutkan di titik-titik rawan lainnya,” katanya kepada warga setempat di wilayah Tegaltirto tersebut.
‎
Peninjauan Komisi C DPRD DIY memastikan pembangunan terealisasi, sekaligus memperkuat perlindungan infrastruktur dan permukiman warga dari risiko bencana hidrometeorologi di Sleman secara berkelanjutan Tegaltirto.(ady)