Founder Kustomfest Tegaskan Kolaborasi dengan Pemkot Yogya Bukan Sekadar Soal Anggaran

FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Gelaran Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan antara pelaku industri kreatif otomotif dengan pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Yogyakarta.

Founder Kustomfest, Lulut Wahyudi, menegaskan keterlibatan Kustomfest dalam rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta bukan semata soal mendapatkan bantuan anggaran. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi upaya mempertemukan pemerintah dengan para pelaku industri kreatif otomotif.

“Harapannya ke depan ini jadi ikatan yang lebih bagus lagi antara Pemkot dan Kustomfest,” ujar Lulut dalam konferensi pers Kustomfest 2026 di Sender (Emma’s Personal Space), Yogyakarta, Kamis (8/10/2026).

Lulut mengatakan, jika pemerintah memberikan dukungan, manfaatnya diharapkan dapat langsung dirasakan para pelaku industri, bukan hanya penyelenggara Kustomfest. Ia lebih mendorong bantuan dalam bentuk program pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi produk.

Menurutnya, sertifikasi masih menjadi salah satu kendala bagi produk kustom Indonesia untuk menembus pasar internasional. Sejumlah produk seperti knalpot hingga komponen kendaraan disebut berpotensi ditolak di negara tujuan karena belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Banyak teman-teman bikin knalpot dikirim ke luar negeri ditolak, tidak masuk karena nggak ada sertifikasinya. Kemudian bikin stang, nggak bisa dijual umum di negara yang diimpor karena nggak ada sertifikasinya,” jelasnya.

Karena itu, Lulut berharap pemerintah dapat menghadirkan pelatihan dan standardisasi yang sesuai kebutuhan industri, mulai dari SNI hingga standar produksi yang berlaku di pasar global.

“Kalau memang welding yang di-approve untuk masuk ke Eropa, welding-nya seperti ini. Nah, dia kan para tukang las. Itu kan lebih riil,” katanya.

Lulut menilai dukungan berbentuk program akan lebih tepat sasaran dibandingkan bantuan dana langsung. Kustomfest, kata dia, siap terlibat dalam pengelolaan program yang bertujuan mendorong pertumbuhan pelaku industri kreatif otomotif.

Ia bahkan membuka peluang Kustomfest mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekosistem industri tersebut apabila pemerintah membutuhkan pihak yang memahami langsung kondisi para pelaku.

“Kalau memang kami, umpamanya, diangkat jadi badan pelaksana Otorita Custom,” ucapnya.

Lulut berharap pengembangan industri kustom dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan komunitas, dengan penggunaan anggaran yang efektif serta memberikan dampak nyata.

Kustomfest 2026 mengusung tema “High Octane” dan berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta pada (10/10/26 – 11/10/26). Gelaran ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat ekosistem kustom kultur sekaligus mendorong industri kreatif otomotif Indonesia agar semakin berdaya saing. (Aga)