Fenomena Titik Api Misterius di Kasuran Kian Mengkhawatirkan, Menjalar ke Permukiman

FAJARLAMPUNG.COM, ‎SLEMAN – Fenomena kemunculan titik api misterius di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, terus menjadi perhatian warga.
‎
Setelah sebelumnya hanya muncul di rumah milik Agus Yani, kini titik api dilaporkan mulai menyebar ke bangunan dan area di sekitar rumah tersebut.
‎
Dalam 11 hari terakhir, total sudah tercatat 81 titik api yang muncul secara tiba-tiba.
‎
Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebuah triplek yang berada di halaman belakang ruko di sebelah utara rumah Agus Yani mendadak terbakar.
‎
“Ini pertama kalinya api muncul di luar rumah yang selama ini menjadi pusat kejadian,” ungkap warga setempat yang turut menyaksikan insiden tersebut.
‎
Belum genap empat jam berselang, sekitar pukul 18.45 WIB, titik api kembali muncul. Kali ini tumpukan kayu di halaman belakang rumah kontrakan yang berada di sebelah utara ruko terbakar.
‎
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung bergerak cepat melakukan pemadaman.
‎
“Kami khawatir api merembet ke bangunan lain karena lokasinya cukup dekat dengan permukiman,” kata salah seorang warga.
‎
Keesokan harinya, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.45 WIB, sebuah sprei yang sedang dijemur di belakang ruko tiba-tiba terbakar.
‎
Dengan munculnya api pada triplek, tumpukan kayu, dan sprei, jumlah titik api di luar rumah Agus Yani kini bertambah menjadi tiga lokasi.
‎
“Kejadian ini membuat warga semakin waswas karena api tidak lagi hanya muncul di satu rumah,” ujar warga.
‎
Di sisi lain, rumah Agus Yani juga masih mengalami kejadian serupa. Pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.02 WIB, sebuah kardus di dalam rumah mendadak terbakar.
‎
Tak lama kemudian, pakaian yang berada di salah satu kamar juga ikut terbakar.
‎
“Api muncul tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya,” kata anggota keluarga yang berjaga di lokasi.
‎
Putri sulung Agus Yani, H. Mutfiana, mengatakan kerugian yang dialami keluarganya terus bertambah.
‎
“Perkiraan kerugian sudah mencapai sekitar Rp40 juta,” ujarnya.
‎
Menurutnya, kerugian tidak hanya berasal dari barang-barang yang terbakar, tetapi juga dari usaha pemotongan ayam milik keluarga yang mengalami penurunan pesanan sejak fenomena tersebut terjadi.
‎
“Pendapatan kami ikut terdampak karena banyak pelanggan yang khawatir,” katanya.
‎
Hingga kini penyebab pasti kemunculan titik api masih menjadi misteri. Dugaan sementara mengarah pada adanya gas yang merembes dari rekahan tanah di sekitar lokasi.
‎
Tim Teknik Kimia UGM kembali melakukan observasi dan pengambilan data pada Selasa (2/6/2026). Sementara itu, aparat kepolisian dan relawan terus berjaga selama 24 jam.
‎
“Kami berharap penyebabnya segera terungkap agar masyarakat kembali merasa aman dan tidak ada lagi titik api baru yang membahayakan lingkungan,” harap warga.(ady)