Tak Sekadar Panahan, Celeban Juga Gebrak Pengelolaan Sampah Botol

‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Bukan sekadar melepas anak panah. Dari Lapangan Harjo Tumar Celeban, Kelurahan Tahunan, energi generasi muda, tradisi Jawa, olahraga, hingga kepedulian lingkungan bertemu dalam satu arena.
‎
Gladen jemparingan yang digelar Minggu (27/9/2026) itu diikuti peserta usia pelajar. Sebagian peserta juga merupakan bagian dari program Jam Belajar Masyarakat (JBM).
‎
Lurah Tahunan Fatwa Fatikha mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi anak-anak mengisi waktu luang sekaligus mengenalkan potensi kampung wisata kepada masyarakat.
‎
“Adik-adik memanfaatkan waktu liburnya dengan melakukan gladen jemparingan,” kata Fatwa.
‎
Menurutnya, jemparingan bukan hanya olahraga tradisional. Kegiatan tersebut menjadi bagian pembinaan generasi muda sekaligus upaya menciptakan aktivitas positif bagi anak dan remaja.
‎
“Gladen jemparingan ini merupakan representasi dari atraksi kampung wisata,” ujarnya.
‎
Kegiatan tersebut bahkan digelar rutin tiga sampai empat kali setiap tahun. Fokus utamanya adalah pembinaan anak-anak usia sekolah melalui olahraga jemparingan.
‎
‎“Konsentrasi kami pembinaan anak-anak usia sekolah, sekaligus sebagai upaya mengurangi risiko kenakalan anak dan remaja,” kata Fatwa.
‎
Dari arena jemparingan itu, mimpi lebih besar pun mulai dibidik. Fatwa berharap Celeban melahirkan atlet yang mampu menembus level nasional hingga dunia.
‎
“Kedepan akan muncul atlet-atlet potensial dari Kampung Celeban, Kelurahan Tahunan, yang berkiprah di olahraga jemparingan maupun panahan,” tegasnya.
‎
Tak berhenti pada anak panah dan target sasaran, kegiatan tersebut juga membawa pesan kuat tentang lingkungan. Tempat latihan pun mendapat perhatian khusus.
‎
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro hadir sekaligus menyerahkan dukungan berupa tempat sampah khusus botol plastik.
‎
Bantuan itu diarahkan untuk menjaga kebersihan lokasi latihan jemparingan di wilayah Celeban, sehingga kawasan tersebut semakin nyaman dan layak dikunjungi masyarakat.
‎
“Bantuan kotak botol bekas merupakan kepedulian terhadap tempat latihan jemparingan di wilayah Celeban Tahunan agar tetap bersih,” ujar Susanto.
‎
Menurut Susanto, tempat sampah tersebut tidak hanya menjadi fasilitas kebersihan. Botol plastik yang terkumpul dapat dipilah dan dikelola melalui Bank Sampah.
‎
Botol yang sebelumnya dianggap sampah bisa berubah menjadi sesuatu bernilai ekonomi setelah dikumpulkan, dipilah, dimanfaatkan, kemudian dijual kembali.
‎
“Dari hal sederhana, kita bisa menjaga kebersihan sekaligus menciptakan nilai ekonomi,” kata Susanto.
‎
Pesan tersebut menyatukan dua gerakan sekaligus: anak-anak berlatih membidik sasaran, sementara masyarakat belajar membidik peluang dari sampah yang selama ini terbuang.
‎
Arena jemparingan pun diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet potensial. Lebih jauh, tempat tersebut dapat tumbuh menjadi ruang edukasi, budaya, olahraga, dan wisata.
‎
Fatwa berharap seluruh potensi wilayah Kelurahan Tahunan dapat dikolaborasikan sehingga kegiatan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling memperkuat.
‎
“Harapan saya seluruh potensi yang ada di wilayah Tahunan agar terkolaborasi dengan baik,” kata Fatwa.
‎
Dari Celeban, pesan sederhana itu terasa kuat: tradisi tetap hidup, anak muda punya ruang berprestasi, sementara lingkungan dijaga bersama.
‎
Panah boleh melesat menuju sasaran. Namun pesan dari kegiatan ini jauh lebih luas: membangun generasi muda sekaligus mengubah sampah menjadi berkah.
‎
“Buang botol pada tempatnya, pilah sampahnya, dan jadikan sampah sebagai berkah,” menjadi pesan penting yang mengiringi aksi sosial tersebut.(waw)