Infrastruktur Gunungkidul Didorong Makin Terintegrasi, Komisi C DPRD DIY Buka Suara

‎
FAJARLAMPUNG.COM, Gunung kidul -Komisi C DPRD DIY bersama Pemkab Gunungkidul membahas percepatan pembangunan infrastruktur terintegrasi dan berkelanjutan, Kamis (1/10/2026), demi mempercepat pemerataan pembangunan.
‎
Rapat kerja tersebut dipimpin Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan dihadiri jajaran Komisi C DPRD DIY beserta organisasi perangkat daerah di tingkat daerah masyarakat.
‎
Sejumlah kepala dinas terkait hadir, termasuk Bappeda, Dinas Perhubungan, serta Dinas PUPR untuk membahas kebutuhan pembangunan daerah secara tepat dan terukur bagi warga masyarakat.
‎
Endah menegaskan, infrastruktur menjadi fondasi utama pembangunan karena langsung berkaitan dengan pelayanan publik, konektivitas ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Gunungkidul.
‎
“Pembangunan infrastruktur tidak dapat dikerjakan sendiri-sendiri,” tegas Endah saat menyampaikan arah pembangunan Gunungkidul dalam rapat tersebut antar instansi dan pemerintah daerah.
‎
Menurutnya, masyarakat tidak melihat batas kewenangan pemerintah, tetapi merasakan langsung kualitas jalan, kelancaran konektivitas, dan kedekatan pelayanan secara langsung kepada seluruh warga Gunungkidul.
‎
“Yang mereka rasakan adalah apakah jalannya lebih baik, konektivitasnya lancar, dan pelayanan semakin dekat,” ujar Endah setiap hari di berbagai wilayah masyarakat.
‎
Gunungkidul menghadapi tantangan geografis karena luas wilayahnya mencapai 46 persen dari total wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membutuhkan perhatian pembangunan berbeda masyarakat.
‎
Karakter geografis beragam serta sebaran permukiman terpencar membuat pembangunan membutuhkan perencanaan tepat, terintegrasi, dan berkelanjutan secara merata dan berkelanjutan bagi warga masyarakat.
‎
Endah juga mengaitkan semangat pembangunan tersebut dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang menekankan pentingnya gotong royong untuk kepentingan masyarakat luas masyarakat.
‎
“Seperti yang disampaikan Bung Karno, gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, berkeringat bersama, untuk kepentingan semua,” ujarnya serta memperkuat persatuan masyarakat daerah.
‎
Sementara itu, Komisi C DPRD DIY menyoroti sejumlah isu prioritas terkait pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di Gunungkidul demi pemerataan pelayanan kepada masyarakat.
‎
Salah satu perhatian utama ialah peningkatan konektivitas kawasan wisata melalui perbaikan jalur utama Jogja–Gunungkidul sepanjang 245 kilometer sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat lokal.
‎
Jalur tersebut masih memerlukan penanganan sekitar 890 titik agar konektivitas menuju berbagai kawasan wisata semakin mendukung aktivitas masyarakat yang menjadi penggerak ekonomi daerah masyarakat.
‎
Komisi C juga menyoroti ketersediaan air bersih yang belum merata serta persoalan penanganan sampah pantai kawasan wisata untuk mendukung kualitas hidup masyarakat.
‎
Dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat turut menjadi perhatian, terutama melalui infrastruktur yang menunjang UMKM, pertanian, dan pariwisata serta memperkuat daya saing ekonomi daerah masyarakat.
‎
Komisi C menekankan pentingnya penyediaan bus sekolah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu mencegah terjadinya putus sekolah dan mendukung pemerataan akses pendidikan masyarakat.
‎
Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro mengatakan pihaknya membawa mitra kerja berbagai dinas untuk mendengarkan paparan Pemkab Gunungkidul secara terbuka dan konstruktif bersama.
‎
“Kami ingin memastikan setiap anggaran yang digunakan terukur dan memberi dampak sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Nur demi kepentingan masyarakat Gunungkidul secara berkelanjutan.
‎
Menurut Nur, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata dan tidak berhenti sebagai proyek fisik yang sekadar selesai dikerjakan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
‎
“Infrastruktur harus menjadi pengungkit kesejahteraan, bukan sekadar proyek fisik yang selesai,” tegas Nur Subiyantoro secara transparan dan tepat sasaran bagi masyarakat.
‎
Komisi C berkomitmen mendorong alokasi anggaran, termasuk dukungan pemerintah pusat, serta membuka kolaborasi dengan kampus dan pihak swasta serta memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
‎
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan mempercepat pembangunan
‎Gunungkidul sekaligus memastikan infrastruktur terintegrasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, secara berkelanjutan dan tepat sasaran.(waw)