Yustan Ganda Ajak Warga Condongcatur Aktif Sampaikan Aspirasi Pembangunan
FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Ketua DPRD Sleman, Yustan Ganda, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah saat menghadiri kegiatan sambung rasa bersama warga Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur itu menjadi ruang dialog antara pimpinan DPRD, pemerintah kalurahan, dan masyarakat.
“Anggota DPRD itu wakil rakyat. Tugas utama kami memastikan aspirasi masyarakat benar-benar sampai dan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah,” kata Yustan Ganda dalam forum yang dihadiri lurah, pamong kalurahan, perwakilan RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Menurut Yustan, masyarakat perlu memahami mekanisme pengajuan program pembangunan agar tepat sasaran.
Ia menjelaskan secara lugas peran DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.
“Kami ingin masyarakat tahu program apa saja yang bisa diajukan, ke mana harus disampaikan, serta mana yang menjadi kewenangan kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung peran lembaga pemberdayaan masyarakat Pirukunan Tuwanggana, yang merupakan transformasi dari LPMKal berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 12 Tahun 2025.
“Peran Tuwanggana sangat strategis karena terlibat langsung dalam penyusunan RPJMKal dan RKP. Dengan perencanaan yang tepat, pembangunan akan lebih terarah dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” jelas Yustan.
Dalam kesempatan itu, Yustan Ganda juga menanggapi usulan pengaspalan Jalan Anggajaya 2 yang berada di depan Kantor Kalurahan Condongcatur.
Ia memastikan usulan tersebut telah dibahas bersama Badan Anggaran dan dinas terkait. “Anggaran perbaikan jalan di Sleman kita tingkatkan dari Rp60 miliar menjadi Rp160 miliar pada 2026.
Salah satunya untuk ruas jalan yang mendesak, termasuk Jalan Anggajaya 2 yang direncanakan mulai diaspal pada April 2026 sekaligus perbaikan drainasenya,” ungkapnya.
Dialog berlangsung dinamis ketika warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan tiang provider internet yang dipasang tanpa izin warga hingga usulan peningkatan perhatian terhadap RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Semua masukan dari warga kami catat. Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti sesuai bidang tugas masing-masing anggota dewan agar bisa masuk dalam kebijakan pembangunan,” tutup Yustan Ganda. (waw)

