Program Studi Teknik Industri UWM Gelar Pengabdian Masyarakat Lewat Pembagian Takjil

‎FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar aksi berbagi takjil gratis di Jalan Tatabumi, Banyuraden, Sleman, Jumat (13/3/2026).
‎
‎Acara ini terselenggara dengan dukungan donasi dari alumni Teknik Industri UWM. Puluhan mahasiswa turun langsung ke jalan membagikan paket berbuka kepada pengguna jalan.
‎
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang memadukan semangat Ramadan dengan penerapan ilmu teknik industri.
‎
Dosen pendamping kegiatan, Intan Permatasari, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bersifat filantropi, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi mahasiswa.
‎
“Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang mampu memberikan solusi inovatif terhadap persoalan sosial,” kata Intan.
‎
Menurut dia, mahasiswa dilibatkan secara aktif menggunakan pendekatan Participatory Action Research mulai dari identifikasi masalah, perencanaan hingga evaluasi kegiatan.
‎
Ia menjelaskan, lokasi pembagian takjil dipilih karena Jalan Tatabumi Selatan merupakan jalur arteri yang padat menjelang waktu berbuka. Karena itu, mahasiswa menerapkan prinsip logistik kemanusiaan dan ergonomi lingkungan.
‎
“Kami membuat beberapa titik distribusi kecil untuk mencegah penumpukan kendaraan serta menempatkan relawan di posisi yang tetap terlihat oleh pengendara tanpa mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.
‎
Selain itu, tim juga menyiapkan penanda visual sebagai langkah pengamanan bagi pengguna jalan.
‎
‎Aksi ini menyasar para komuter seperti pengemudi ojek daring, buruh, hingga pejalan kaki yang melintas. Paket takjil yang dibagikan pun dipesan dari pelaku UMKM di wilayah Banyuraden.
‎
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa keilmuan teknik industri dapat diterapkan dalam skala sederhana sekaligus memberikan manfaat sosial,” kata Intan.
‎
Ia menambahkan, ke depan program serupa akan dikembangkan dengan menggandeng pihak eksternal, termasuk aparat kepolisian, untuk memperluas dampak sosial kegiatan. (waw)