UMY Perbarui Infrastruktur Kampus, Hadirkan Ruang Kuliah Lebih Modern dan Nyaman

FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperbarui infrastruktur ruang perkuliahan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, modern, dan mendukung aktivitas akademik mahasiswa. Pembaruan tersebut terlihat dari penataan interior ruang kelas hingga koridor gedung perkuliahan yang kini tampil dengan wajah baru.

Perubahan tidak hanya terlihat dari sisi estetika. Sejumlah elemen ruang diperbarui untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa selama berada di kampus.

Pada area koridor, misalnya, dinding bermotif marmer dipadukan dengan pencahayaan dekoratif bernuansa hangat. Sejumlah tulisan motivasi seperti *Achieve More, Moving Forward, Inspire Others, Think Bigger,* dan *Light the Change* turut menghiasi dinding yang menghubungkan mahasiswa dengan ruang-ruang perkuliahan.

Koridor yang sebelumnya lebih banyak digunakan sebagai ruang perlintasan kini menjadi bagian dari ruang aktivitas mahasiswa. Area tersebut dapat digunakan untuk menunggu perkuliahan, berbincang dengan teman, maupun beristirahat sejenak sebelum dan setelah mengikuti kelas.

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA, mengatakan pembaruan infrastruktur kampus merupakan bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu mendukung kebutuhan mahasiswa.

“Pembaruan infrastruktur ini tidak hanya kami arahkan untuk memperbaiki tampilan ruang, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas akademik mahasiswa. Kampus perlu terus beradaptasi dengan kebutuhan mahasiswa, termasuk dari sisi fasilitas dan lingkungan pembelajaran,” ujar Bachtiar saat dihubungi pada Selasa (15/9)

Menurutnya, ruang perkuliahan bukan sekadar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Lingkungan fisik kampus juga menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi.

Karena itu, pembaruan dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari penataan ruang, pencahayaan, elemen visual, hingga fasilitas penunjang pembelajaran.

Infrastruktur Baru Mendukung Pengalaman Mahasiswa

Pembaruan ruang perkuliahan tersebut mulai dirasakan mahasiswa pada awal tahun akademik 2026/2027. Salah satunya Alana Indrasta Halyan Fauziy, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi UMY.

Sebagai mahasiswa yang baru pertama kali mengikuti perkuliahan di UMY, Alana merasakan langsung perubahan ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan akademik.

“Ruang kelasnya bagus karena baru selesai direnovasi,” ujar Alana.

Menurutnya, kondisi ruang yang lebih tertata memberikan kesan positif ketika memulai kehidupan perkuliahan. Ruang kelas menjadi salah satu tempat pertama yang dikenalnya setelah memasuki lingkungan akademik UMY.

Selain ruang kelas, Alana juga mengapresiasi fasilitas Wi-Fi kampus yang menurutnya dapat digunakan dengan lancar.

“Wi-Fi-nya lancar,” katanya.

Koneksi internet menjadi salah satu fasilitas penting bagi mahasiswa untuk menunjang kegiatan akademik. Akses tersebut dibutuhkan untuk mencari referensi, mengakses materi pembelajaran, hingga menyelesaikan berbagai tugas perkuliahan.

“Kesan hari pertama kuliah di sini nyaman dan menyenangkan,” tuturnya.

Bagi Alana, kenyamanan fasilitas turut mendukung proses adaptasi sebagai mahasiswa baru. Terlebih, ia sebelumnya sempat menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen pada perguruan tinggi lain sebelum memutuskan pindah ke Ilmu Komunikasi UMY.

“Manajemen tidak sesuai dengan passion saya. Saya ingin kuliah di Ilmu Komunikasi, jadi memutuskan untuk pindah,” ujarnya.

Keputusan tersebut membuat hari pertama di UMY menjadi awal baru bagi Alana. Ruang kelas yang telah diperbarui kemudian menjadi bagian dari pengalaman pertamanya menjalani perkuliahan di bidang yang sesuai dengan minatnya.

Pengembangan Fasilitas Dilanjutkan

Meski menyambut positif pembaruan ruang kuliah, Alana berharap pengembangan infrastruktur kampus dapat terus dilanjutkan. Ia menilai peningkatan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan kondisi ruang, tetapi juga pemerataan dan kemudahan akses mahasiswa terhadap lokasi perkuliahan.

Menurutnya, ruang kuliah yang tersebar di beberapa gedung membuat mahasiswa terkadang harus berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya, termasuk hingga gedung teknik.

“Fasilitas kelas perlu terus ditingkatkan dan pembangunannya diharapkan dapat dipercepat karena ruang kuliahnya masih tersebar di beberapa gedung, bahkan sampai ke gedung teknik,” jelas Alana lagi.

Masukan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur kampus perlu berjalan beriringan dengan kebutuhan mahasiswa. Kenyamanan ruang belajar, akses fasilitas, konektivitas internet, hingga kemudahan mobilitas menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung.

Pembaruan interior ruang kuliah menjadi salah satu langkah UMY dalam memperbarui lingkungan fisik kampus. Ruang kelas, koridor, pencahayaan, penanda ruang, dan fasilitas konektivitas menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa selama menjalani aktivitas akademik.

Bagi mahasiswa baru seperti Alana, wajah baru ruang perkuliahan bukan hanya menghadirkan perubahan secara visual. Ruang tersebut menjadi tempat untuk memulai perjalanan akademik, bertemu dengan lingkungan baru, bertukar gagasan, dan mengembangkan potensi.

Ke depan, pengembangan infrastruktur kampus diharapkan terus mengikuti kebutuhan mahasiswa dan dinamika pendidikan tinggi. Dengan demikian, pembaruan fasilitas tidak berhenti pada perubahan tampilan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pembelajaran yang semakin nyaman, fungsional, dan mendukung mahasiswa untuk berkembang. (GLA)

Sumber : humas umy