Tragedi di Pantai Goa Cemara: Seorang Bocah 8 Tahun Hilang Tersapu Ombak, Pencarian Intensif Dilakukan

FAJARLAMPUNG.COM, ‎BANTUL – Keceriaan liburan keluarga di Pantai Goa Cemara berubah menjadi kepanikan setelah seorang bocah delapan tahun dilaporkan terseret ombak, Minggu (5/7/2026).
‎
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.27 WIB di kawasan selatan TPI Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, saat korban berada di bibir pantai.
‎
Korban diketahui bernama Muhammad Bara Rizki Wardana, pelajar berusia delapan tahun, warga Jalan Bima, Modalan, Banguntapan, Bantul, bersama keluarganya berwisata.
‎
Menurut keterangan ayah korban, Windi Tri Widiyanto, keluarga tiba di Pantai Goa Cemara sekitar pukul 12.00 WIB untuk menikmati liburan bersama.
‎
“Anak saya mencari kepiting bersama saya dan adiknya sebelum kejadian terjadi,” ujar Windi saat memberikan keterangan kepada petugas di lokasi.
‎
Usai mencari kepiting, korban bersama adiknya bermaksud mencuci kaki dan tangan di tepi pantai sebelum tiba-tiba ombak besar datang dari samping.
‎
“Tiba-tiba ombak menyeret kedua anak saya. Saya hanya sempat menyelamatkan adiknya,” ungkap Windi dengan suara penuh kesedihan di lokasi kejadian.
‎
Kejadian tersebut segera dilaporkan keluarga kepada Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis yang kemudian meneruskan informasi kepada petugas Marnit Kuwaru dan SAR.
‎
Petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan pendataan, olah tempat kejadian, sekaligus memulai proses pencarian korban.
‎
“Kami langsung mendatangi lokasi, mendata identitas korban, kemudian mengerahkan personel melakukan pencarian,” kata petugas Marnit Kuwaru dalam laporannya.
‎
Operasi pencarian melibatkan personel Marnit Kuwaru, SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah IV, serta Satpol PP Kabupaten Bantul melalui Satgas Linmas Jogo Segoro.
‎
Petugas menyisir kawasan pantai dan perairan sekitar lokasi korban terakhir terlihat dengan harapan korban segera ditemukan secepat mungkin dalam kondisi terbaik.
‎
“Seluruh unsur yang terlibat terus melakukan pencarian sesuai prosedur dan berkoordinasi di lapangan,” ujar salah seorang petugas pencarian.
‎
Hingga laporan disampaikan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan tanpa menghentikan upaya penyisiran kawasan pantai.
‎
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya ombak pantai selatan yang dapat datang sewaktu-waktu tanpa diduga sebelumnya.
‎
Petugas juga mengimbau seluruh wisatawan selalu mematuhi arahan petugas pantai, mengawasi anak-anak secara ketat, serta menghindari bermain terlalu dekat bibir pantai.(waw)