Tiga Dekade Mengabdi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Akhiri Masa Bakti dengan Prestasi Gemilang

FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Hampir tiga dekade mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg. Emma Rahmi Aryani, M.M., resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai aparatur sipil negara dan memasuki masa purnatugas per 1 Juli 2026. Perjalanan karier yang dimulai sejak 1996 di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi saksi berbagai perubahan besar, mulai dari birokrasi yang masih serba manual hingga era digital yang menuntut pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan adaptif.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (30/6/2026), drg. Emma Rahmi Aryani, M.M. mengatakan bahwa menjadi bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang dijalani dengan penuh rasa syukur.

“Menjadi pegawai di Pemerintah Kota Yogyakarta selama hampir tiga dekade merupakan perpaduan antara kebanggaan dan rasa syukur. Saya bersyukur dapat melewati berbagai situasi, tantangan zaman, serta beradaptasi dengan transformasi birokrasi, dari era administratif manual hingga layanan digital yang serba cepat,” ujar drg. Emma Rahmi Aryani, M.M.

Sebelum bergabung dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, Emma mengawali pengabdiannya sebagai dokter gigi di Puskesmas Nglipar I, Kabupaten Gunungkidul, pada periode 1993–1996.

Kariernya di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta kemudian dimulai sebagai dokter gigi fungsional di Puskesmas Gondokusuman I pada periode 1996–2000. Dedikasi dan kepemimpinannya kemudian mengantarkan dirinya dipercaya memimpin sejumlah puskesmas di Kota Yogyakarta.

Pada 2001–2005, Emma menjabat sebagai Kepala Puskesmas Ngupasan. Selanjutnya, ia memimpin Puskesmas Umbulharjo I pada 2005–2009, Kepala Puskesmas Wirobrajan pada 2009–2012, Kepala Puskesmas Mantrijeron pada 2012–2013, serta Kepala Puskesmas Mergangsan selama lima bulan pada 2013.

Pengalaman panjang di pelayanan kesehatan dasar membawanya dipercaya sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pada 2013–2019. Kariernya terus berlanjut sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta pada 2019–2020.

Sejak 2020 hingga memasuki masa purnatugas pada 2026, Emma mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Jabatan tersebut dijalani pada periode yang penuh tantangan, termasuk menghadapi pandemi COVID-19, pemulihan layanan kesehatan, hingga percepatan transformasi digital di sektor kesehatan.

Menurut Emma, selama mengabdi Pemerintah Kota Yogyakarta telah membuktikan diri sebagai pemerintahan yang solid, berbudaya, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota dr. Hasto Wardoyo, komitmen menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, profesional, dan berkeadilan akan semakin nyata bagi seluruh masyarakat,” ujar drg. Emma Rahmi Aryani, M.M.

Menjelang purnatugas, Emma juga menyampaikan pesan kepada para aparatur sipil negara, khususnya generasi muda, agar tetap menjaga nilai-nilai dasar sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, integritas harus menjadi pegangan utama dalam setiap perjalanan karier. Jabatan dan posisi akan silih berganti, namun nama baik dan kejujuran merupakan fondasi yang tidak boleh ditinggalkan.

Ia juga mengajak ASN muda untuk terus berinovasi dan tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku. Penguasaan teknologi, katanya, harus dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

“Bekerja bukan hanya sekadar mencari materi, tetapi juga bernilai ibadah yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, layani masyarakat dengan hati yang tulus dan penuh keikhlasan,” ujar drg. Emma Rahmi Aryani, M.M.

Per (1/7/26), drg. Emma Rahmi Aryani, M.M. resmi memasuki masa purnatugas setelah mengabdi sebagai ASN selama hampir 33 tahun, termasuk hampir 30 tahun di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Jejak pengabdian yang dimulai dari Puskesmas Nglipar I di Kabupaten Gunungkidul hingga memimpin Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menjadi warisan dedikasi yang diharapkan mampu menginspirasi generasi penerus untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Aga)