Sleman-Klaten Bagi PBJT Prambanan, PAD dan Pariwisata Jadi Sasaran

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Pemkab Sleman dan Klaten sepakat membagi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Prambanan, membuka peluang baru optimalisasi PAD serta pengembangan kawasan wisata lintas wilayah secara bersama demi masyarakat bersama.
‎
‎Kesepakatan strategis tersebut ditandai penandatanganan dan penyerahan salinan naskah Perjanjian Kerja Sama di Rama Sinta Garden Resto, Senin (28/9) secara resmi untuk kedua daerah.
‎
‎Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menandatangani berita acara, disaksikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Joel Siahaan yang hadir.
‎
‎Kesepakatan itu mengatur pembagian pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT atas jasa kesenian dan hiburan kawasan Candi Prambanan tersebut secara adil bersama.
‎
‎Langkah tersebut menjadi implementasi amanat peraturan mengenai hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memberikan landasan hukum pembagian potensi pajak secara transparan dan akuntabel.
‎
‎Harda Kiswaya mengatakan pengembalian potensi penerimaan pajak kawasan Prambanan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, tanpa terjebak ego sektoral antarwilayah perbatasan kedua daerah tersebut. kedua wilayah.
‎
‎”Tuhan mengingatkan bahwa kita itu satu. Batas wilayah itu hanya bentuk kewenangan berbagi pemerintah daerah,” tegas Harda dalam sambutannya di Prambanan kepada undangan bersama.
‎
‎Harda menegaskan hasil pajak harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Sleman dan Klaten, terutama mendukung kenyamanan wisatawan selama berada di kawasan Prambanan secara optimal.
‎
‎Menurut Harda, pemanfaatan penerimaan tersebut juga perlu diarahkan menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan kawasan candi, serta aliran sungai yang melintas di sekitarnya secara konsisten bersama.
‎
‎”Mari kita gunakan hasil pajak ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Klaten dan Sleman,” ujar Harda menekankan semangat kolaborasi kedua daerah tersebut secara berkelanjutan.
‎
‎Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Joel Siahaan menyambut positif kesepakatan tersebut dan menegaskan kesiapan perusahaan memenuhi kewajiban penyetoran pajak sesuai persentase disepakati bersama.
‎
‎Joel menyebut Candi Prambanan merupakan simbol kemajemukan budaya dunia yang harus dijaga bersama melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pengelola kawasan wisata berkelanjutan secara bersama.
‎
‎InJourney dan PT TWC juga berkomitmen memperkuat kontribusi sosial melalui program TJSL, termasuk renovasi rumah tidak layak huni bagi warga sekitar kawasan dan lingkungan.
‎
‎Selain itu, peningkatan pelayanan pariwisata dilakukan melalui program InJourney Hospitality House yang diarahkan melatih kemampuan hospitality masyarakat lokal agar semakin siap melayani wisatawan lokal.
‎
‎Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi keterbukaan Pemkab Sleman dan BUMN pengelola dalam membangun kerja sama kawasan Candi Prambanan bersama secara transparan.
‎
‎Hamenang menilai kolaborasi tersebut menumbuhkan rasa rumangsa melu handarbeni, yakni perasaan ikut memiliki, merawat, dan mengembangkan
‎Candi Prambanan secara bersama bagi kepentingan masyarakat luas.
‎
‎”Semoga ini menjadi awal yang baik sehingga kita merasa sama-sama memiliki Candi Prambanan,” ujar Hamenang saat menyampaikan sambutannya kepada undangan di kawasan Prambanan bersama.
‎
‎Hamenang menyebut sektor pariwisata Klaten kini mencatat sekitar 7,5 juta kunjungan wisatawan, sehingga peluang kolaborasi Prambanan dinilai semakin besar kedepannya bagi kedua daerah kini.
‎
‎Ia optimistis penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional di Prambanan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sleman dan Klaten melalui pariwisata berkelanjutan secara signifikan bersama kedepan.
‎
‎Hamenang juga mengajak Sleman dan InJourney atau PT TWC mendorong penyesuaian regulasi perzonasi kawasan melalui perubahan Perpres terkait pengembangan Prambanan secara lebih fleksibel kedepannya.
‎
‎Menurut Hamenang, penataan kawasan penting agar pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata, termasuk hotel dan penginapan, dapat berkembang lebih fleksibel disekitar Prambanan untuk wisatawan. sekitar kawasan.
‎
‎Pengembangan tersebut juga diharapkan mendukung potensi kegiatan ibadah dan wisata religi umat Hindu dari berbagai belahan dunia yang berkunjung ke Prambanan nantinya. secara berkelanjutan.
‎
‎Kerja sama Sleman, Klaten, dan InJourney diharapkan menjadi pijakan awal kolaborasi lebih erat untuk pemerataan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan perbatasan secara berkelanjutan.(ady)