Semarak HUT ke-270, Pemkot Yogyakarta Angkat Jati Diri Kota Lewat Beragam Event
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Mengusung filosofi “Otentik Konkret”, rangkaian peringatan tahun ini tidak hanya menampilkan berbagai kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat jati diri Kota Yogyakarta melalui karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, filosofi Otentik Konkret menjadi dasar sekaligus arah dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Menurutnya, karakter khas Yogyakarta harus dapat diterjemahkan dalam bentuk gerak dan karya yang konkret serta memberikan manfaat.
“Otentik itu berbicara tentang jati diri Yogyakarta, sedangkan Konkret berbicara tentang bagaimana jati diri itu diwujudkan dalam bentuk gerak dan karya yang akhirnya bisa bermanfaat bagi kita semua,” kata Hasto saat Jumpa Pers Bersama Walikota Yogyakarta terkait rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta, Senin (7/9/2026).
Hasto menyampaikan, rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta akan berlangsung sepanjang Oktober 2026. Terdapat tujuh event utama yang dijadwalkan pada (1/10/26 – 31/10/26), ditambah berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, perbankan, transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Ia menekankan agar setiap kegiatan dalam peringatan hari jadi tidak berhenti setelah acara selesai. Setiap event diharapkan meninggalkan manfaat dan dapat berkembang menjadi kegiatan berkelanjutan di luar momentum hari jadi.
“Kalau ada event, ada hari ulang tahun atau hari jadi, kalau bisa ada tinggalannya. Setelah selesai kegiatan itu jangan hilang begitu saja. Kalau ada event baru, ke depan meskipun tidak pas hari jadi, mungkin event itu bisa diulang kembali,” jelasnya.
Sejumlah kegiatan yang diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan antara lain Malioboro Coffee Night, Harmony Sor Pelem, Serbuan Kota Baru, Festival Layanan Publik, serta berbagai kegiatan berbasis komunitas dan ekonomi kreatif.
Hasto juga mengapresiasi keterlibatan berbagai mitra dalam mendukung rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Kolaborasi dilakukan bersama KADIN, KAI, perbankan, pelaku retail, perhotelan, media, komunitas, dan berbagai unsur lainnya.
Selain menghadirkan event, rangkaian peringatan juga akan diwarnai dengan berbagai program promosi dan diskon dari mitra. PT Kereta Api Indonesia (KAI), misalnya, turut menyiapkan program promosi perjalanan menuju Yogyakarta. Sementara pelaku usaha retail, pasar, hotel, dan pusat perbelanjaan juga didorong untuk berpartisipasi melalui program potongan harga selama rangkaian peringatan berlangsung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Drs. Kadri Renggono, M.Si., menjelaskan tujuh event utama menjadi bagian penting dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Salah satunya YK FestiSale yang berlangsung sepanjang (1/10/26 – 31/10/26). Kegiatan ini antara lain diwujudkan melalui Gerakan Masyarakat Cinta Pasar dengan melibatkan sekitar 20 pasar di Kota Yogyakarta.
Selain itu terdapat program promosi dari sektor perhotelan dan retail. Pada momentum puncak HUT Kota Yogyakarta tanggal (7/10/26), hotel-hotel di Yogyakarta juga akan turut memeriahkan kegiatan dengan berbagai program.
Rangkaian kegiatan berikutnya adalah Simfoni 1001 Pembatik pada (3/10/26). Kegiatan yang didukung KADIN tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Batik Nasional dan mengangkat Yogyakarta sebagai salah satu kota yang memiliki kekuatan budaya batik.
Ribuan pembatik akan terlibat dalam kegiatan membatik bersama yang direncanakan berlangsung dari Terang Bulan hingga kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Pada (4/10/26) akan digelar Malioboro Run yang didukung BPD. Kegiatan olahraga tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan peserta.
Selanjutnya, Sarkem Fest akan berlangsung (5/10/26 – 31/10/26) dengan mengangkat potensi kuliner dan musik, termasuk pertunjukan jazz yang menjadi salah satu karakter kegiatan tersebut.
Puncak HUT ke-270 Kota Yogyakarta pada (7/10/26) akan diisi Wayang Jogja Night Carnival (WJNC). Kegiatan ini menjadi salah satu event unggulan yang menampilkan kreativitas masyarakat dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta.
“Pada puncaknya akan banyak peserta yang mencerminkan 14 kemantren bersama atraksinya. Masyarakat diharapkan juga memahami dan menikmati rangkaian Wayang Jogja Night Carnival,” kata Kadri.
Kemudian pada (10/10/26 – 11/10/26) akan digelar Custom Fest, sedangkan Otentik City Rally dijadwalkan berlangsung pada (25/10/26).
Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Hermawan mengatakan, konsep peringatan HUT ke-270 tahun ini dibuat lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih terkonsentrasi pada momentum WJNC, tahun ini pemerintah kota memperluas rangkaian kegiatan hingga satu bulan penuh.
“Kita ingin membedakan agar kita membangun hubungan kota Yogyakarta. Jadi selama satu bulan penuh, bahkan ada acara pendukungnya,” ujarnya.
Berbagai kegiatan pendukung juga telah dimulai sejak September 2026. Kegiatan tersebut antara lain Festival Warga Kota Yogyakarta yang melibatkan 14 kemantren dan 45 kelurahan, Festival Kebudayaan, Kota Baru Heritage Film Festival, lomba kebersihan kampung dan sungai, Expo Karya Pemuda, Karnaval Pelajar, Jogja Harmony, Festival Layanan Publik, SMExpo, hingga Festival Inovasi Jogja.
Menurut Wawan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu pembeda dalam peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Pemerintah kota mendorong agar momentum hari jadi menjadi milik seluruh masyarakat dan berbagai unsur yang berada di Yogyakarta.
“Sekarang justru kita mengharapkan acara ulang tahun Kota Yogyakarta ini diselenggarakan oleh semua masyarakat yang ada di Jogja,” katanya.
Selain event utama, berbagai kegiatan lain juga akan hadir, seperti Kongkret Charity Riding, 270 Otentik Running, Jogja Golf Tournament, Youth and Innovation, serta sejumlah kegiatan kolaborasi dengan komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha dan mitra pembangunan.
Melalui rangkaian tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap peringatan HUT ke-270 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu memperkuat identitas kota sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sektor ekonomi kreatif, pariwisata, perdagangan, kebudayaan, dan berbagai sektor lainnya.
“Otentik dalam jati diri, konkret dalam karya, dan nyata dalam manfaat,” ujar Hasto.
Dengan semangat tersebut, rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat Yogyakarta sebagai kota yang berakar pada budaya, terbuka terhadap kreativitas, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Aga)

