Sekda Baru Yogyakarta Langsung Hadapi Tantangan Besar: Akselerasi Reformasi Birokrasi!

FAJARLAMPUNG.COM, ‎JOGJA – Pelantikan Budi Santosa Asrori sebagai Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta menandai dimulainya tantangan baru mempercepat reformasi birokrasi serta pelayanan publik berkualitas.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan jabatan Sekda menjadi penggerak utama organisasi pemerintahan demi memastikan seluruh pelayanan masyarakat berjalan optimal berkelanjutan.

“Jabatan Sekretaris Daerah sangat strategis. Kita lahir dari tempat berbeda, tetapi bekerja untuk tujuan sama, melayani masyarakat,” tegas Hasto saat pelantikan.

Menurut Hasto, penetapan Budi Santosa Asrori dilakukan melalui seleksi terbuka mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, pengalaman panjang, serta senioritas birokrasi pemerintahan daerah.

Ia menilai pengalaman memimpin Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga menjadi bekal kuat mengelola birokrasi besar serta mempercepat perubahan organisasi pemerintahan.

“Roadmap beliau dalam memimpin ASN sudah cukup matang sehingga layak mengemban amanah besar sebagai Sekretaris Daerah,” ujar Hasto meyakinkan seluruh hadirin.

Namun Hasto mengingatkan kepemimpinan baru tidak boleh berjalan biasa, melainkan menghadirkan terobosan nyata bagi masyarakat melalui inovasi berkelanjutan dan pelayanan berkualitas.

“Pak Budi jangan berada di zona nyaman. Harus gumregah, bangkit, menghadirkan inovasi, bukan business as usual,” kata Hasto dengan tegas.

Selain inovasi, Hasto meminta Sekda menjadi pemimpin yang dekat dengan aparatur sipil negara agar tercipta budaya kerja kolaboratif, produktif, serta saling mendukung.

“Jangan hanya mengatur. Sekda harus hands-on, menjadi pengasuh seluruh ASN, jangan menjaga jarak dengan pegawai,” pesan Hasto kepada Budi.

Peran Sekda juga dinilai menentukan keberhasilan pelaksanaan RPJMD Kota Yogyakarta 2025–2029 sekaligus memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah secara efektif dan akuntabel.

Hasto menekankan pembangunan membutuhkan kolaborasi pentahelix melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta masyarakat demi mempercepat kemajuan Kota Yogyakarta.

“ASN harus menjadi agent of change yang membawa energi baru. Kolaborasi menjadi kunci kemajuan daerah,” ujar Hasto menegaskan arah pembangunan bersama.

Budi Santosa Asrori menyatakan amanah tersebut akan dijalankan penuh tanggung jawab melalui penguatan tata kelola pemerintahan serta dukungan terhadap visi misi kepala daerah.

“Ini menjadi tanggung jawab saya menjalankan tugas sesuai arahan Bapak Wali Kota dan mewujudkan pemerintahan yang baik,” kata Budi menegaskan komitmennya.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri sehingga sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat secara berkesinambungan dan inklusif.

“Kita harus bergotong royong membangun Kota Yogyakarta menjadi kota adil, makmur, sejahtera, lestari, dan berkeadaban,” ujar Budi penuh optimisme bersama.

Usai dilantik, Budi langsung memprioritaskan penyusunan RKPD 2027 serta perubahan anggaran agar seluruh program prioritas Pemerintah Kota Yogyakarta segera direalisasikan bersama. (WAW)