Sate Om Tamrin Semarakkan Lomba Seni, Dorong Anak Berani Tampilkan Kreativitas
FAJARLAMPUNG.COM, BANTUL – Semangat perjuangan Pangeran Diponegoro hadir melalui perlombaan seni di Sate Om Thamrin, Goa Selarong, Bantul, Sabtu (22/8/2026), memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia sejak pagi hari ini.
Sekitar 110 peserta mengikuti lomba mewarnai, menggambar, dan melukis, menghadirkan persaingan kreatif anak-anak dari Bantul, Sleman, hingga Gunungkidul dalam suasana meriah sejak pagi hari ini.
Peserta berasal dari jenjang TK sampai SMA. Panitia membagi kategori perlombaan berdasarkan usia dan pendidikan agar seluruh peserta mendapat kesempatan bertanding secara adil sejak pagi.
Ketua panitia Doni Permana mengatakan, tema Pangeran Diponegoro dipilih untuk menguatkan nilai perjuangan melalui kompetisi seni yang menyenangkan bagi seluruh peserta sejak pagi hari ini.
“Untuk tema tahun ini kita mengambil Pangeran Diponegoro, spirit perjuangannya,” kata Doni saat menjelaskan konsep perlombaan kepada peserta dan orang tua sejak pagi hari ini.
Peserta TK beradu kreativitas melalui kategori mewarnai. Mereka menuangkan imajinasi dengan pilihan warna masing-masing, sekaligus mengenal tokoh sejarah nasional melalui perlombaan sejak pagi hari ini.
Peserta SD mendapat tantangan lebih beragam, yakni mewarnai dan menggambar. Karya mereka dinilai berdasarkan kreativitas, ketepatan tema, komposisi, dan keberanian berekspresi sejak pagi hari ini.
Peserta SMP dan SMA mengikuti kategori melukis. Lomba tersebut menjadi ruang bagi talenta muda untuk menunjukkan teknik, karakter visual, serta gagasan sejak pagi hari ini.
“Persaingan dalam lomba ini bukan sekadar mencari juara, tetapi mendorong anak-anak berani berkarya,” ujar Doni menegaskan tujuan utama kegiatan sejak pagi hari ini di lokasi.
Panitia juga menghadirkan storytelling tentang Pangeran Diponegoro. Cerita perjuangan disampaikan agar peserta memahami sejarah sambil mengikuti perlombaan dengan antusias dan penuh semangat sejak pagi hari.
“Nanti juga ada storytelling yang kita sampaikan kepada anak-anak untuk menumbuhkan jiwa nasionalismenya,” kata Doni mengenai rangkaian acara perlombaan sejak pagi hari ini di lokasi.
Selain kompetisi utama, peserta diperkenalkan dengan anyaman sebagai bagian kekayaan kriya Nusantara. Aktivitas tersebut memperluas pengalaman kreatif selama mengikuti kegiatan sejak pagi hari ini di.
Antusiasme terlihat dari peserta yang datang bersama orang tua. Mereka membawa perlengkapan lomba, menyiapkan ide, lalu fokus menyelesaikan karya masing-masing hingga selesai sejak pagi hari.
Kurniawan, salah satu orang tua peserta, mengaku tertarik mengikuti perlombaan karena melihat minat anaknya terhadap kegiatan mewarnai dan melukis sejak lama sejak pagi hari ini.
“Saya melihat passion anak di situ. Dia sangat interes di mewarnai dan melukis,” kata Kurniawan tentang alasan mendukung anaknya mengikuti lomba sejak pagi hari ini.
Menurut Kurniawan, kebiasaan mewarnai sepulang sekolah membantu mengembangkan imajinasi. Karena itu, perlombaan penting untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan anak sejak pagi hari ini di lokasi.
“Soft skill ini memang perlu terus diasah,” ujarnya. Ia menilai kompetisi seni dapat melatih keberanian, ketekunan, kreativitas, serta mental anak sejak pagi hari ini di.
Prestasi peserta juga tidak main-main. Dua anak kembar yang didukung Kurniawan telah mengikuti berbagai kompetisi dan mengoleksi sekitar 390 trofi dari berbagai kota sejak pagi.
Perlombaan di Sate Om Tamrin diharapkan menjadi agenda tahunan.
“Harapannya acara ini bisa kita lakukan secara reguler setiap tahun,” kata Doni sejak pagi hari ini di.
Doni berharap Sate Om Thamrin menjadi ruang berkumpul seniman dan talenta muda, sekaligus menjembatani pemenang lomba menuju panggung nasional dan internasional sejak pagi hari ini.
Adapun juara mewarnai TK yakni Misel Naziya Freya Feyza sebagai juara pertama, Alexandria Galenka Kurniawati juara kedua, dan Azkatu Nufus Dyasmin juara ketiga. Mewarnai SD dimenangkan Vanesta Widya Arifin, Fadilla Sifa Azzahra, dan Shazfa Banafsya.
Kategori menggambar SD menempatkan Haya Aqiela Kemar Mahestri sebagai juara pertama, Gibran Rafandra juara kedua, dan Zahid Sumarta Suryatmana juara ketiga. Sementara melukis SMP diraih Kristala Axelia Devani, Nada Fajria Salsabila, dan LV. Jata Kusuma.
Untuk kategori melukis SMA, juara pertama diraih Arditra Ayu Salsa Bila, juara kedua Muazzaroh, dan juara ketiga Rendra Fernanda Arwinda Putra. Adapun juara favorit diraih Ghazt Ayomi Astagatis.(waw)

