Refleksi Hari Pentakosta, Sarlin Mataheru Ajak Umat Hidup Lebih Berani dan Kudus

FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA — Ketua KAWAL Indonesia, Sarlin Mataheru, mengajak umat Kristiani memaknai Hari Pentakosta sebagai momentum untuk hidup lebih berani, kudus, dan berdampak bagi kemuliaan Tuhan.

Dalam pesan refleksi Hari Pentakosta yang disampaikan melalui WhatsApp, Minggu (24/5/2026), Ps. Sarlin Mataheru mengingatkan bahwa peristiwa turunnya Roh Kudus 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus merupakan titik awal lahirnya gereja untuk menjadi saksi di tengah dunia.

“Hari ini di seluruh dunia umat percaya memperingati peristiwa yang mengubah sejarah dunia. Tepat 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus, Roh Kudus dicurahkan di ruang atas Yerusalem,” ujar Sarlin.

Ia mengatakan, peristiwa Pentakosta bukan sekadar kejadian ajaib, melainkan awal dari perjalanan gereja untuk membawa dampak dan kesaksian bagi banyak orang.

Menurutnya, Roh Kudus yang dicurahkan kepada para rasul masih bekerja hingga saat ini dan hadir bagi setiap orang percaya.

Dalam pesannya, Sarlin menyampaikan tiga peran penting Roh Kudus dalam kehidupan umat Kristiani.

Pertama, Roh Kudus menguatkan setiap orang percaya di tengah kelemahan, kecemasan, dan pergumulan hidup.

“Kita diingatkan bahwa kita tidak pernah sendirian,” katanya.

Kedua, Roh Kudus mempersatukan. Ia menilai peristiwa Pentakosta menunjukkan bagaimana perbedaan bahasa dan bangsa dapat dipersatukan melalui kasih Tuhan.

“Gereja dipanggil menjadi tempat di mana kasih mengalahkan perbedaan,” ujarnya.

Ketiga, Roh Kudus mengutus umat percaya untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, kampus, keluarga, maupun masyarakat.

“Tujuan Roh Kudus dicurahkan bukan supaya kita diam di dalam gedung gereja. Tapi supaya kita keluar menjadi saksi Kristus,” lanjutnya.

Sarlin juga mengajak umat membuka hati dan kembali dipenuhi Roh Kudus, terutama bagi mereka yang merasa lelah atau mengalami kekeringan iman.

Menurut dia, ketika hidup dipenuhi Roh Kudus, umat akan memiliki keberanian untuk bersaksi serta hidup dalam kasih dan kuasa Tuhan.

Ia berharap peringatan Hari Pentakosta tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik balik bagi umat Kristiani untuk hidup lebih berdampak.

“Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. Selamat Hari Pentakosta bagi umat Kristiani yang merayakan di manapun,” tutupnya. (Aga)