Rajawali Farm Resmi Diluncurkan di Sleman, Fokus pada Pembibitan Domba Dorper dan Jeruk Siam Madu

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Lanud Adisutjipto meresmikan kawasan peternakan dan hortikultura Rajawali Farm di lingkungan Lanud Adisutjipto, Sleman, Kamis (15/10/2026). Langkah ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Peresmian ditandai dengan penanaman bibit jeruk secara simbolis, pemotongan pita, pemasukan ternak domba ke kandang, serta peninjauan kawasan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Komandan Lanud (Danlanud) Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Toto Ginanto.

Rajawali Farm memanfaatkan lahan seluas 8.000 meter persegi. Terdiri dari area peternakan seluas 3.000 meter persegi yang dikembangkan untuk pembibitan dan pembesaran 80 indukan domba varietas Dorper F1—dengan proyeksi kapasitas kandang hingga 150 ekor—serta area kebun jeruk Siam Madu seluas 5.000 meter persegi yang ditanami 200 bibit.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi Lanud Adisutjipto. Menurutnya, keterlibatan aktif jajaran TNI AU sangat strategis dalam membangun kemandirian pangan daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.

“Sinergi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan jajaran TNI Angkatan Udara ini kami harapkan terus terjalin dengan baik. Harapan kami, program ini nantinya bisa menjadi percontohan serta sarana edukasi langsung bagi para petani, peternak, maupun generasi muda,” ujar Harda di sela-sela kegiatan.

Harda menegaskan, Pemkab Sleman siap memberikan dukungan penuh, baik melalui koordinasi teknis maupun pendampingan dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman agar program ini berkembang optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Danlanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Toto Ginanto menjelaskan bahwa keberadaan Rajawali Farm merupakan perwujudan komitmen TNI AU dalam menjalankan instruksi Presiden terkait penguatan ketahanan pangan nasional.

“Program ini merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan tugas ketahanan pangan yang diamanatkan Bapak Presiden kepada jajaran TNI Angkatan Udara,” ungkap Toto.

Pengembangan Rajawali Farm sekaligus melengkapi serangkaian program pemanfaatan lahan produktif yang sebelumnya telah dirintis Lanud Adisutjipto, seperti budidaya tebu varietas Bululawang seluas 30–35 hektare serta panen perdana semangka varietas Amara F1.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat Lanud Adisutjipto, perwakilan unsur Pemkab Sleman, instansi pertanian daerah, serta CEO Domba Rajawali, Audi Simbolon.(ady)