PW Salimah Yogyakarta Gerakkan Donasi dan Lelang Amal Bantu Korban Bencana NTT

FAJARLAMPUNG.COM, ‎JOGJA – Pengajian tidak berhenti pada doa. PW Salimah menerjemahkan kepedulian menjadi aksi nyata melalui donasi dan lelang amal untuk NTT bersama.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Kajian Kemanusiaan Simfoni Cinta Muslimah, Minggu, 23 Agustus 2026, di Markaz Al Islah SMA IT Abu Bakar Yogyakarta bersama.

Acara khusus muslimah itu menghadirkan Ustaz Dr. H. Muhammad Hilmi Firdausi sebagai dai nasional, narasumber televisi, sekaligus pimpinan YPI Baitul Hikmah nasional.

Suasana kajian terasa berbeda ketika peserta tidak hanya diajak memperkuat keimanan, tetapi juga diajak membantu saudara yang menghadapi musibah di NTT langsung.

Ketua Panitia Wina Rohmaniyah, M.Pd. mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus ketaatan kepada Allah melalui aksi bersama yang memberikan manfaat nyata bersama.

“Ini salah satu bentuk kepedulian, bentuk ketaatan kepada Allah, kepedulian kepada sesama manusia sehingga kita bisa sinergi,” kata Wina bersama kita nyata.

Menurut Wina, kepedulian sengaja diwujudkan melalui langkah konkret. Peserta dapat menyalurkan donasi lewat rekening panitia atau memberikan bantuan secara langsung nyata.

“Yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui rekening yang disediakan panitia. Selain itu, kami juga melakukan penggalangan dana secara langsung,” ujarnya bersama.

Lelang amal turut menjadi daya tarik. Sejumlah barang disiapkan untuk dilelang, kemudian sebagian hasilnya disumbangkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT mereka.

Barang yang dilelang beragam, mulai kaligrafi, buku, hingga produk lainnya. Peserta bebas memilih barang menarik sekaligus memberikan kontribusi kemanusiaan melalui pembelian kemanusiaan.

“Masyarakat bisa memilih barang yang menarik. Kemudian itu menjadi bagian untuk memberikan kontribusi kepada saudara-saudara kita di NTT,” tutur Wina nyata.

Bagi Wina, lelang amal bukan sekadar transaksi. Barang berpindah tangan, tetapi semangat gotong royong tumbuh dan bantuan mengalir kepada mereka membutuhkan membutuhkan.

NTT menjadi sasaran donasi karena wilayah tersebut sedang menghadapi musibah. Namun, kepedulian Salimah tidak hanya muncul ketika bencana besar terjadi terus.

“Setiap tahun kami menyelenggarakan agenda peduli sesama. Tujuannya disesuaikan dengan kondisi, baik di Indonesia ataupun dunia Islam,” katanya berlangsung.

Gerakan sosial juga berjalan dari tingkat wilayah hingga cabang. Salimah rutin menggelar kajian, pelatihan keterampilan, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat setempat setempat.

Kegiatan tersebut menyasar remaja hingga lansia, dengan agenda yang berlangsung berkala, baik bulanan maupun pekanan, sesuai kebutuhan masyarakat sekitar mereka mereka.

Kolaborasi dengan Lembaga Manajemen Infak atau LMI memperluas ruang kepedulian. Kajian turut dilengkapi bazar dan dukungan berbagai pihak lainnya berkelanjutan.

“Setiap bulan memang ada anggaran khusus untuk kepedulian terhadap sesama, baik untuk Indonesia maupun di luar Indonesia,” tutur Wina tambahkan.

Pengajian akhirnya menjadi ruang ketika doa bertemu kepedulian. Dana terkumpul diharapkan berubah menjadi bantuan nyata agar saudara NTT merasa tidak sendirian di sana.(waw)