Puluhan Siswa Jalani Perawatan Usai Diduga Keracunan Makanan MBG

‎FAJARLAMPUNG.COM, Bantul – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bantul. Kali ini, puluhan siswa SMPN 3 Jetis dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG.
‎
Para guru pun sigap membawa siswa ke Puskesmas Jetis 2 untuk mendapatkan penanganan medis.
‎
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.
‎
“Laporan dari Puskesmas Jetis 2 ada 71 siswa yang diduga mengalami keracunan MBG dan mendapatkan perawatan. Tidak ada yang dirawat inap, semuanya rawat jalan setelah penanganan,” ungkapnya, Selasa (14/4).
‎
Ia menjelaskan, gejala yang dialami siswa tidak muncul langsung setelah makan.
‎
“Setelah menyantap menu MBG, siswa tidak langsung keracunan, namun baru merasakan gejala seperti mual, diare, muntah, dan pusing keesokan harinya,” jelasnya.
‎
Menu yang dikonsumsi meliputi nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka.
‎
Lebih lanjut, pihak Dinkes telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti.
‎
“Kami sudah ambil sampel makanan MBG untuk diperiksa. Ini penting agar kita tahu sumber masalahnya,” katanya.
‎
Ia juga menyebut dapur penyedia MBG atau SPPG di wilayah Jetis tersebut belum lama beroperasi.
‎
“SPPG ini menyalurkan MBG ke sekitar 25 sekolah. Kami masih mendata apakah ada siswa dari sekolah lain yang juga terdampak. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa bertambah,” tambahnya.
‎
Hal ini menimbulkan kekhawatiran meluas di kalangan orang tua siswa.
‎Sejumlah wali murid pun mulai mempertanyakan keamanan program MBG.
‎
“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, kami khawatir. Lebih baik dihentikan dulu sampai benar-benar aman,” ujar salah satu wali murid.
‎
Mereka mendesak evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (waw)