Program Sekolah Rakyat Tawarkan Pendidikan Gratis dan Pelatihan Keterampilan

‎FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Pendekatan budaya kembali dipakai untuk menggerakkan kesadaran sosial masyarakat Yogyakarta.
‎
Melalui pertunjukan Wayang Cakruk, Dinas Sosial DIY bersama DPRD DIY menggelar Reses dan Penyuluhan Sosial bertema Sekolah Rakyat di Halaman Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (22/5/2026).
‎
Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk menikmati hiburan rakyat sekaligus menyimak program pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu.
‎
Pertunjukan Wayang Cakruk yang dibawakan Dalang Ki Sumarno Purbo Carito dari Wonosari, Gunungkidul, sukses menghidupkan suasana penyuluhan.
‎
Dengan gaya jenaka dan penuh kritik sosial, pesan tentang pentingnya pendidikan disampaikan secara ringan namun mengena.
‎
Tema “Sekolah Rakyat di DIY” diangkat untuk mengajak masyarakat memahami bahwa pendidikan menjadi jalan utama memutus rantai kemiskinan.
‎
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani menegaskan media wayang dipilih karena dekat dengan kultur masyarakat Jawa.
‎
“Harapannya, penyuluhan melalui media wayang ini menjadi media komunikasi kultural yang mudah diterima masyarakat Jawa.
‎
Wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga media edukasi interaktif untuk menyampaikan program pemerintah, khususnya pendidikan berkualitas secara gratis bagi keluarga kurang mampu,” ujarnya.
‎
Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Kelurahan Budaya Dinas Sosial DIY, Supartini menegaskan Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata pengentasan kemiskinan.
‎
“Sekolah Rakyat sangat kita butuhkan karena persoalan besar yang masih kita hadapi adalah kemiskinan. Berdasarkan data Dikpora DIY, masih terdapat lebih dari 4.000 anak yang tidak sekolah,” katanya.
‎
Ia menambahkan program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dengan layanan pendidikan gratis berasrama.
‎
“Anak-anak yang memiliki minat otomotif, kuliner, maupun keterampilan lainnya akan diberikan pelatihan dan sertifikasi agar siap memasuki dunia kerja,” jelasnya.
‎
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat dan pemerintah kalurahan. Rohaniwan Jamilludin mengingatkan pentingnya membantu warga miskin sebagai bentuk keimanan.
‎
“Program seperti Sekolah Rakyat ini patut kita dukung bersama untuk mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.
‎
Mewakili Kalurahan Condongcatur, Carik Riska Dian Nur Lestari menyebut wayang bukan sekadar hiburan, tetapi sarana memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
‎
Acara pun ditutup dengan pesan penuh semangat, “Bersama Sekolah Rakyat kita bangun generasi hebat, keluarga kuat, Indonesia maju.” (ady)