Perkuat Silaturahmi dan Toleransi, Santri Sleman Gelar Aksi Reresik Pesantren
FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggerakkan aksi bersih pesantren untuk memperkuat kepedulian lingkungan, menanamkan toleransi, dan merawat kerukunan antarumat beragama menjelang Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan Reresik Pondok Pesantren digelar di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah, Tempel, Rabu (14/10/2026), melibatkan aparatur sipil negara, penyuluh agama, serta tokoh lintas agama setempat.
Aksi tersebut menjadi bagian rangkaian Hari Santri Nasional bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, sekaligus mengajak masyarakat membuktikan kepedulian melalui tindakan nyata.
Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menegaskan kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Nadhif, menekankan pentingnya membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui kegiatan sederhana yang berdampak luas.
Menurut dia, semangat gotong royong harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui kegiatan membersihkan lingkungan pesantren yang melibatkan berbagai unsur.
“Semangat gotong royong harus terus dihidupkan,” katanya, seraya mengingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kerukunan.
Nadhif juga mengajak masyarakat menjunjung tinggi keberagaman dan menghormati perbedaan sebagai fondasi membangun kehidupan yang damai, harmonis, serta saling menghargai.
“Menjaga kerukunan dan menghormati keberagaman merupakan modal membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini turut melibatkan tokoh dan pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman, memperlihatkan semangat kolaborasi lintas keyakinan.
Keterlibatan FKUB tersebut memperkuat pesan bahwa kepedulian lingkungan dapat menjadi ruang perjumpaan, mempererat komunikasi, serta menumbuhkan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Nadhif berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan lebih baik.
“Peringatan ini hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial,” ungkapnya, mengajak seluruh elemen menerjemahkan nilai-nilai Hari Santri menjadi tindakan konkret.
Ia menilai pendidikan karakter, toleransi, kepedulian sosial, dan kebiasaan hidup rukun perlu terus ditanamkan agar santri berkontribusi positif bagi masyarakat.
Rangkaian Reresik Pesantren di Sleman tidak hanya berlangsung di Anwar Futuhiyyah, Tempel, tetapi juga menyasar Pondok Pesantren Ashsholihah dan Al-Ikhlas Berbah.
Kegiatan bersih pesantren di Ashsholihah dan Anwar Futuhiyyah dilaksanakan pada 14 Oktober, sedangkan agenda serupa di Al-Ikhlas Berbah dijadwalkan berlangsung 20 Oktober 2026.
Selain aksi kebersihan, Kankemenag Sleman menyiapkan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah untuk memperkuat pembinaan karakter dan pendampingan generasi muda di lingkungan pesantren.
Program BRUS menyasar Pondok Pesantren Ashsholihah Mlati, Al-Fitroh Wahid Hasyim Depok, dan Al-Ikhlas Berbah, sebagai bagian upaya membangun generasi berkarakter dan bertanggung jawab.
Semarak Hari Santri juga diisi dokumentasi video kegiatan pesantren pada 10–20 Oktober 2026, untuk memperlihatkan dinamika kehidupan santri kepada masyarakat luas.
Puncak peringatan dijadwalkan melalui Upacara dan Kirab Santri pada 22 Oktober 2026 di Lapangan Pemda Sleman, melibatkan berbagai unsur pendukung kegiatan.
Agenda lainnya ialah Program Santri Preneur 2026 yang diarahkan untuk mendorong kreativitas, keterampilan, serta kemandirian ekonomi santri menghadapi tantangan masa depan.
Melalui program tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan.
Kankemenag Sleman berharap seluruh rangkaian kegiatan memperkuat peran santri dalam membangun masyarakat religius, berkarakter, peduli lingkungan, serta menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.
Semangat Hari Santri Nasional 2026 diharapkan terus tumbuh setelah rangkaian acara berakhir, menjadi gerakan bersama menuju masyarakat harmonis dan Indonesia Emas.(ady)

