Perkuat Perlindungan Anak, Fatayat NU Sleman Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman — Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sleman resmi memulai kepengurusan baru masa khidmat 2026-2031 melalui pelantikan PC dan PAC.
‎
Pelantikan tersebut berlangsung di Pendhapa DPRD Kabupaten Sleman, Minggu (27/9/2026), dengan mengusung tema Bersama Menguatkan Khidmah,
‎
Bersama Menggerakkan Perubahan.
‎Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru Fatayat NU Sleman dalam menjalankan berbagai program organisasi selama lima tahun mendatang.
‎
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Sleman 2026-2031, Rindang Aroma Na’im, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan organisasi.
‎
“Pelantikan harus diikuti kerja organisasi yang terukur dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat,” tegas Rindang dalam momentum tersebut.
‎
Menurut Rindang, khidmah menjadi landasan utama agar keberadaan Fatayat NU mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tengah perubahan sosial.
‎
“Khidmah menjadi landasan untuk memastikan keberadaan Fatayat NU memberikan manfaat di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat,” tandasnya.
‎
Ia mengatakan, kepengurusan baru membutuhkan konsolidasi kuat agar koordinasi antara pimpinan cabang dan anak cabang berjalan semakin solid.
‎
Konsolidasi tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antar pengurus sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak di Kabupaten Sleman.
‎
“Koordinasi yang solid diperlukan agar program organisasi dapat berjalan bersama dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Rindang.
‎
Menurutnya, perempuan muda NU memiliki ruang besar untuk mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
‎
Fatayat NU Sleman akan mendorong kader terlibat dalam penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta perlindungan perempuan.
‎
Selain itu, perlindungan anak menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan program Fatayat NU selama masa kepengurusan mendatang.
‎
Kader Fatayat juga didorong meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan generasi muda sekaligus perubahan pola interaksi masyarakat.
‎
Sementara itu, Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj. Wilda Tusururoh, menilai pelantikan menjadi momentum menyatukan langkah seluruh jajaran organisasi.
‎
“Momentum ini sangat tepat untuk menyatukan langkah antara pengurus cabang dan anak cabang,” kata Wilda.
‎
Menurut Wilda, kesamaan arah diperlukan agar program Fatayat NU tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung hingga tingkat akar rumput.
‎
“Program kerja organisasi jangan berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus saling mendukung dari tingkat kabupaten hingga akar rumput,” jelasnya.
‎
Wilda juga mengingatkan kader Fatayat NU untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.
‎
“Fatayat NU dituntut meningkatkan kapasitas kader dalam memanfaatkan ruang digital secara produktif,” terang Wilda.
‎
Ia menambahkan, literasi digital, komunikasi publik, dan kemampuan membangun jejaring menjadi bagian penting pengembangan organisasi serta dakwah sosial adaptif.
‎
Pelantikan PC dan PAC Fatayat NU Sleman pun menjadi titik awal menerjemahkan semangat berkhidmah melalui kerja nyata, konsisten, kolaboratif, dan bermanfaat.(ady)