Perkuat Peran Pemuda di Desa: GKR Hayu dan Wabup Danang Minta Karang Taruna Jadi Motor Penggerak

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan untuk berkumpul dan menggelar kegiatan seremonial. Wadah ini dituntut bergerak, berkarya, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
‎
‎Pesan tersebut mengemuka dalam puncak Karang Taruna Fest 2026 di Lapangan Denggung, Sleman, Sabtu (24/10) malam, yang berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh.
‎
‎Ketua Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Hayu, hadir bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta sejumlah pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut.
‎
‎Festival mengusung tema “Bakti untuk Negeri: Bersatu, Bergerak, Berdampak”, sekaligus menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
‎
‎GKR Hayu mengingatkan, Karang Taruna sejatinya merupakan keluarga besar yang terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan keanggotaan organisasi.
‎
‎Ia menekankan pentingnya keaktifan pengurus di setiap tingkatan, mulai kabupaten, kota, hingga wilayah bawah, agar organisasi terus tumbuh dan memberikan manfaat.
‎
‎“Karang Taruna itu ada di tengah dan harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujar GKR Hayu dalam sambutannya di hadapan para peserta.
‎
‎Menurutnya, keberadaan Karang Taruna harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat ketika organisasi mengadakan kegiatan atau perayaan tertentu.
‎
‎GKR Hayu juga menegaskan, seluruh pengurus memiliki tanggung jawab menjaga keberlangsungan organisasi melalui program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
‎
‎Ia menjelaskan, Karang Taruna Fest 2026 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan bentuk apresiasi terhadap kerja keras, kepedulian, dan pengabdian generasi muda.
‎
‎Perayaan tersebut sekaligus menandai perjalanan panjang Karang Taruna yang telah mengabdi selama 66 tahun dalam mendorong kegiatan sosial kemasyarakatan di Indonesia.
‎
‎Berbagai agenda turut menyemarakkan festival, mulai dari malam penghargaan Olimpiade Bahasa tingkat sekolah menengah atas hingga penyelenggaraan Pekan Inovasi Sosial.
‎
‎Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas, prestasi, serta gagasan anak muda dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
‎
‎Karang Taruna berprestasi asal Kulon Progo juga mendapat apresiasi setelah berhasil meraih juara tiga nasional, sebuah capaian yang membanggakan daerah.
‎
‎Prestasi itu menunjukkan bahwa kiprah pemuda daerah mampu bersaing secara nasional apabila didukung pembinaan, kerja sama, dan semangat pengabdian yang berkelanjutan.
‎
‎Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Karang Taruna Fest 2026 yang menghadirkan ruang positif bagi generasi muda.
‎
‎Danang menilai, Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pembangunan sosial sekaligus pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
‎
‎“Pemkab Sleman sangat menyambut baik dan bangga atas terselenggaranya festival ini,” ungkap Danang Maharsa dalam keterangannya.
‎
‎Ia menegaskan, Karang Taruna tidak boleh dipandang sebatas organisasi kepemudaan biasa, melainkan mitra pemerintah dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
‎
‎“Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membawa energi positif,” kata Danang menegaskan pentingnya peran pemuda.
‎
‎Menurutnya, energi anak muda perlu diarahkan menjadi solusi kreatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
‎
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen mendukung ruang kreatif, inovasi, serta kegiatan positif yang digerakkan generasi muda melalui organisasi kepemudaan.
‎
Kemegahan festival semakin lengkap dengan penampilan Yogyakarta Royal Orchestra dan bintang tamu Rio Febrian, menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang memadati lokasi.
‎
‎Melalui Karang Taruna Fest 2026, semangat Bersatu, Bergerak, Berdampak diharapkan tidak berhenti di panggung festival, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata.(ady)