Penuh Khidmat, Keluarga Besar Mbah Tardjo Gelar Ziarah Kebangsaan
FAJARLAMPUNG.COM, YOGYAKARTA – Keluarga besar almarhum H. Soetardjo Soerjogoeritno menggelar ziarah haul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Jumat (7/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa dan perjuangan tokoh senior PDI Perjuangan tersebut.
Ziarah dipimpin menantu almarhum, Stevie S.W., didampingi Ketua PAC PDI Perjuangan Kemantren Kraton, Suharyanto atau Bento. Hadir pula keluarga besar, sahabat, serta kader PDI Perjuangan yang bersama-sama memanjatkan doa.
Stevie mengatakan, ziarah tidak sekadar menjadi tradisi keluarga, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Soetardjo Soerjogoeritno kepada generasi penerus.”Hari ini kami berziarah ke makam Bapak Soetardjo Soerjogoeritno. Selain mendoakan beliau, kami ingin mengingat kembali nilai perjuangan yang telah beliau teladankan,” ujar Stevie.
Sementara itu, Bento menilai Soetardjo merupakan tokoh yang memiliki jasa besar dalam perjalanan organisasi, perjuangan politik, serta penguatan semangat kaum Marhaenis di Indonesia.
Menurutnya, pelaksanaan ziarah yang bertepatan dengan momentum keblaké atau puput yuswa dalam tradisi Jawa memiliki makna tersendiri sebagai waktu yang baik untuk memanjatkan doa bagi almarhum.”Mudah-mudahan beliau diampuni segala dosa dan kesalahannya serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Bento.
Bento mengakui tidak semua kader PDI Perjuangan mengenal langsung sosok Soetardjo karena berasal dari generasi awal perjuangan. Namun, nilai pengabdian dan pemikirannya dinilai tetap hidup serta menjadi inspirasi bagi kader hingga saat ini.”Pak Soetardjo kami kenal sebagai sosok yang selalu berpihak kepada kaum Marhaen dan memberikan banyak arahan bagi perjuangan partai,” katanya.
Stevie menambahkan, almarhum merupakan salah satu tokoh yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil dan menjaga nilai-nilai perjuangan PDI Perjuangan.”Kami meyakini prinsip Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Nilai-nilai perjuangan beliau harus terus diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.
Rangkaian haul juga akan dilanjutkan pada Jumat malam dengan peringatan HUT Keluarga Besar Marhaen yang diisi kegiatan mocopatan Soerjo Guritna sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan hidup dan pengabdian Soetardjo Soerjogoeritno.
Menurut Stevie, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok almarhum, tetapi juga upaya melestarikan nilai budaya yang selama ini selalu dijunjung tinggi oleh Soetardjo.”Perjuangan itu adalah perjuangan rakyat kecil, kaum Marhaenis, dan wong cilik. Semoga semangat itu tidak pernah padam,” pungkasnya.
Profil Singkat H. Soetardjo Soerjogoeritno
H. Soetardjo Soerjogoeritno lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 30 April 1934. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan mengawali karier sebagai pendidik sebelum terjun ke dunia politik.
Dalam bidang pendidikan, ia pernah menjabat Kepala Sekolah SMP Gentan (1954–1958), Kepala SMA Negeri Persiapan (1960–1965), serta menjadi guru di SMA Negeri Sleman hingga 1991.
Karier politiknya dimulai sebagai anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), kemudian menjabat Ketua PNI Kabupaten Sleman pada 1964. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sleman, anggota dan Wakil Ketua DPRD DIY, Wakil Ketua Fraksi PDI di DPR RI, hingga dipercaya menjabat Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan selama dua periode, yakni 1999–2004 dan 2004–2009.
Jejak pengabdian tersebut menjadikan Soetardjo Soerjogoeritno dikenang sebagai salah satu tokoh senior yang berperan penting dalam perjalanan politik nasional sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat.(ady)

