Pemkot Jogja Kebut Program Kabel Bawah Tanah untuk Ciptakan Kota yang Tertata

‎FAJARLAMPUNG.COM, ‎Jogja – Pemandangan kabel telekomunikasi semrawut di Kota Jogja mulai ditata bertahap. Jalan Kenari menjadi percontohan pemindahan jaringan fiber optik bawah tanah.
‎
Program tersebut bertujuan menciptakan ruang kota lebih tertata, nyaman, sekaligus mengurangi kabel udara yang selama ini mengganggu estetika.
‎
Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan kawasan sekitar gedung baru DPRD DIY diharapkan bebas kabel bergelantungan dan terbebas sampah visual kota.
‎
“Jadi istilahnya tidak ada sampah visual,” tegas Hasto, Senin (15/6/2026) seraya menekankan pentingnya wajah kota yang rapi dan nyaman.
‎
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemkot Jogja tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan ducting. Panjang jaringan yang terbangun mencapai 10,5 kilometer.
‎
Dengan tambahan pembangunan sepanjang Jalan Kenari, pemerintah menargetkan total jaringan ducting mencapai sekitar sebelas kilometer pada akhir 2026.
‎
“Harus dipercepat sedikit. Karena itu kami mendorong kerja sama berbagai pihak agar proses ducting berjalan lebih cepat,” katanya.
‎
Kepala Dinas PUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti, menjelaskan pembangunan ducting Jalan Kenari memiliki panjang sekitar 840 meter.
‎
Menurut Umi, sebanyak 26 kabel yang sebelumnya terpasang berhasil disederhanakan menjadi 13 kabel milik sebelas penyelenggara telekomunikasi berbeda.
‎
“Penataan jaringan ini tidak hanya meningkatkan estetika kawasan perkotaan, tetapi mendukung keamanan infrastruktur, efisiensi ruang, dan ekosistem digital,” ujarnya.(WAW)