Pemkot Bekasi Hasilkan Rp1,75 Miliar untuk Pembangunan Kota, Melalui Lelang CSR di Platform SI-BALAI KEREN

FAJARLAMPUNG.COM, Kota Bekasi – Kolaborasi Pemerintah Kota Bekasi dengan dunia usaha mulai menghasilkan dukungan nyata untuk pembangunan daerah. Melalui Bekasi Investment Gathering (BIG) 2026 yang digelar di Pakuwon Mall Bekasi, Minggu (18/10), sejumlah perusahaan yang hadir menyatakan komitmennya mendukung pembangunan dan penyediaan fasilitas publik yang digagas Pemkot Bekasi.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau yang biasa dikenal sebagai CSR, yang dikembangkan melalui platform SI-BALAI KEREN, Sistem Bantuan Layanan Izin, Investasi dan Kemitraan Rencana Usaha yang diluncurkan Pemerintah Kota Bekasi melalui DPMPTSP.

Melalui SI-BALAI KEREN, Pemerintah Kota Bekasi membuka lelang dukungan dunia usaha, sehingga perusahaan dapat melihat berbagai program pembangunan yang tersedia dan memilih program yang ingin didukung sesuai kemampuan serta bidang usahanya.

Dari proses tersebut, sejumlah kebutuhan pembangunan mendapat minat dunia usaha dengan total nilai komitmen mencapai Rp1,75 miliar. Dukungan tersebut antara lain untuk pembangunan gapura di kawasan proyek yang nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan Pecinan, penataan taman di kawasan Cut Mutia, pengadaan gerobak sampah dan kursi roda, hingga pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Melalui pola ini, perusahaan dapat memilih kebutuhan pembangunan yang ingin didukung secara lebih terarah. Bentuk dukungan, nilai kontribusi, hingga pencantuman identitas perusahaan pada fasilitas yang dibangun akan disesuaikan dengan ketentuan dan kesepakatan yang berlaku.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pemerintah ingin membangun pola hubungan yang lebih aktif dan transparan dengan dunia usaha. Pemerintah hadir memberikan kemudahan berusaha sekaligus membuka ruang kolaborasi agar investasi yang tumbuh di Kota Bekasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan kepastian berusaha, serta membangun kepercayaan dan kemitraan yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha,” ujar Tri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan pertumbuhan investasi di Kota Bekasi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam BIG 2026, realisasi investasi pada Triwulan I dan II 2026 telah mencapai Rp9,7 triliun atau sekitar 81 persen dari target.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Bekasi terus tumbuh. Potensi ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan,” katanya.

Tri mengatakan, SI-BALAI KEREN dirancang untuk mempermudah pelaku usaha memperoleh informasi mengenai layanan perizinan, kebutuhan investasi maupun peluang kemitraan dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Menurut Kepala Dinas DPMPTSP Kota Bekasi, Priyadi Santoso melalui layanan berbasis platform digital tersebut, Kota Bekasi tersebut dunia usaha dapat melihat berbagai kebutuhan pembangunan yang masih membutuhkan dukungan, termasuk program yang telah memiliki anggaran namun masih membutuhkan tambahan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

“Dengan sistem ini, kami ingin kontribusi dunia usaha dapat lebih tepat sasaran karena diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar ada di lapangan,” kata Pri.

Program sayembara SI-BALAI KEREN secara berkala akan terus di update sehingga masih terbuka kesempatan bagi perusahaan lain untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kota Bekasi.

“Kami ingin Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya hadir ketika pelaku usaha membutuhkan perizinan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam mendukung pengembangan usaha dan peningkatan investasi,” tambahnya.

Selain mendorong kemudahan berusaha, Pemkot Bekasi terus mengajak pelaku usaha memenuhi kewajiban penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sesuai ketentuan. Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan kegiatan usaha sekaligus mengukur realisasi investasi di Kota Bekasi.

Bagi Tri, investasi yang berkualitas harus memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah. Pertumbuhan investasi diharapkan berjalan beriringan dengan kontribusi sosial dan lingkungan melalui kemitraan yang terarah antara pemerintah dan dunia usaha.

“Investasi yang berkualitas hendaknya tidak hanya memberikan keuntungan secara ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat,” katanya.

Dalam BIG 2026, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghargaan kepada perusahaan dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Apresiasi diberikan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kepatuhan terhadap ketentuan perizinan berusaha, ketertiban pelaporan LKPM, kerja sama kemitraan dengan pelaku UMKM, serta partisipasi dalam program TJSL.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bekasi atas peran dunia usaha sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Tri berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat terus diperluas sehingga semakin banyak perusahaan yang mengambil bagian dalam pembangunan Kota Bekasi.

“Semoga apresiasi ini menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk semakin tertib menjalankan kewajiban, aktif berkolaborasi dengan pemerintah, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui BIG 2026 dan SI-BALAI KEREN, Pemerintah Kota Bekasi mendorong terbentuknya ekosistem investasi yang lebih terbuka dan kolaboratif. Investasi yang masuk diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan percepatan pembangunan Kota Bekasi.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi