Pemkot Bandar Lampung Telusuri Kasus Viral Siswi SMPN 13 Bandar Lampung, Pastikan Bukan Karena Perundungan
FAJARLAMPUNG.COM, Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menelusuri kebenaran informasi mengenai dugaan perundungan terhadap seorang remaja bernama Gina Dwi Sartika, yang videonya sempat viral di media sosial.
Kepala Dinas PPPA Kota Bandar Lampung, Maryamah, mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke kediaman Gina di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pada Rabu (22/10). Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa dugaan perundungan tersebut terjadi dua tahun lalu dan bukan menjadi penyebab Gina berhenti sekolah.
“Gina selama ini dalam pendampingan kami. Dia sering kami temui bermain di pusat perbelanjaan. Dulu memang ada masalah, tapi sudah diselesaikan,” jelas Maryamah.
Maryamah menambahkan, dua tahun lalu pihaknya telah menawarkan Gina untuk melanjutkan pendidikan, namun saat itu Gina menolak dengan alasan ingin menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Alasannya karena ingin ikut mondok. Jadi bukan karena bullying atau dikeluarkan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 13 Bandar Lampung, Abdul Rohman, membantah isu bahwa Gina dikeluarkan oleh pihak sekolah. Ia menegaskan, Gina mengundurkan diri secara sukarela pada tahun 2023 karena ingin mengikuti pendidikan agama.
“Gina keluar dengan alasan ingin masuk pondok, bukan karena dikeluarkan oleh pihak sekolah,” kata Abdul Rohman.
Hal senada disampaikan Camat Kemiling, Andi Syaputra Kesuma, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar.
“Setelah dicek, ternyata bukan dikeluarkan, tetapi mengundurkan diri karena ingin ikut adiknya mondok,” jelas Andi.
Pemerintah kecamatan pun berkomitmen untuk membantu Gina agar dapat melanjutkan pendidikannya melalui jalur Kejar Paket B.
“Kita pastikan Gina tetap bisa sekolah. Pemerintah siap bantu administrasi agar bisa ikut program Kejar Paket B,” tutup Andi.(*)

