Pemkab Sleman Gelar Sunatan Massal dan Operasi Katarak Gratis untuk Warga

FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar bakti sosial serentak di 17 kapanewon pada Rabu (6/5/2026).
‎
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kalurahan Mororejo itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110.
‎
Ribuan warga menerima bantuan mulai dari sembako, santunan anak yatim, hingga program bedah rumah.
‎
Ketua Umum Panitia, Ir. Dwi Anta Sudibya, M.T., mengaku bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
‎
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Pemerintah Kalurahan Mororejo yang ikut menyukseskan kegiatan sosial ini,” ujarnya.
‎
Ia menegaskan, bakti sosial tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
‎
Menurut Dwi Anta, kegiatan ini juga menjadi laporan pertanggungjawaban panitia dalam memeriahkan hari jadi kabupaten.
‎
“Harapan kami, bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
‎
Ia menyebut semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan agenda sosial tahunan tersebut.
‎
Dalam kegiatan itu, sebanyak 2.320 warga kurang mampu menerima paket sembako. Selain itu, 430 anak yatim memperoleh santunan dengan total anggaran mencapai Rp107,5 juta.
‎
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang merasa sendiri. Semua harus ikut merasakan kebahagiaan peringatan hari jadi Sleman,” ungkap salah satu panitia kegiatan.
‎
Tak hanya bantuan sosial, Pemkab Sleman juga menjalankan program rehabilitasi rumah melalui Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk 20 rumah warga. Total anggaran bedah rumah mencapai Rp350 juta.
‎
Panitia juga menyiapkan bantuan air bersih senilai Rp30 juta untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih di sejumlah wilayah.
‎
Acara semakin semarak dengan layanan kesehatan gratis seperti sunatan massal bagi 110 anak dan operasi katarak.
‎
Penyerahan bantuan simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.
‎
“Tema tahun ini, ‘Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman’, menjadi pengingat bahwa kesejahteraan masyarakat harus terus diperjuangkan bersama,” kata Danang.
‎
Panitia pun menutup kegiatan dengan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan bakti sosial berlangsung. (adr)