Peletakan Batu Pertama SMP MSUS, Haedar Nashir Dorong Pendidikan Muhammadiyah Unggul

FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan pentingnya inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan untuk menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, Muhammadiyah tidak boleh berpuas diri dengan capaian yang telah diraih, tetapi harus terus mengembangkan lembaga pendidikan yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan amanat dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).

Haedar mengatakan meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Muhammadiyah untuk terus melakukan pembaruan.

“Masyarakat selalu menuntut lebih, lebih, dan lebih. Itulah yang disebut kualitas excellence, kualitas yang unggul di atas rata-rata,” ujar Haedar.

Menurutnya, selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah mengembangkan berbagai amal usaha dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah. Namun, perubahan kebutuhan masyarakat menuntut Muhammadiyah terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas layanannya.

Pembangunan SMP MSUS, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk respons terhadap tuntutan tersebut sekaligus kelanjutan pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

“Maka, SMP Muhammadiyah Sapen Universal hadir untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang terus bergerak,” katanya.

Muhammadiyah Tidak Boleh Terjebak Zona Nyaman

Haedar menekankan bahwa kemajuan lembaga pendidikan tidak cukup dicapai dengan mempertahankan keberhasilan yang telah diraih. Tantangan baru diperlukan untuk menguji kemampuan sekaligus mendorong peningkatan kualitas organisasi.

“Kita tidak ingin Muhammadiyah di Indonesia berada di zona nyaman,” tegasnya.

Menurut Haedar, upaya menghadirkan pendidikan unggul membutuhkan kesiapan menghadapi persoalan dan tuntutan yang semakin kompleks. Karena itu, pembangunan lembaga pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pembelajaran dan ekosistem pendidikan.

“Pendidikan merupakan pilar strategis bagi kemajuan bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh bangunan fisik, tetapi juga membutuhkan ekosistem dan proses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia mendorong agar SMP MSUS dipersiapkan dan dikelola secara matang sehingga mampu memenuhi harapan masyarakat terhadap layanan pendidikan berkualitas. Keunggulan sekolah, menurutnya, perlu terlihat pada kurikulum, tenaga pendidik, proses pembelajaran, penguatan karakter, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Kritik Harus Diimbangi Apresiasi terhadap Proses

Dalam amanatnya, Haedar turut menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih mudah menyoroti persoalan daripada mengapresiasi capaian pembangunan. Menurutnya, sikap kritis tetap diperlukan, tetapi perlu disertai pemahaman yang utuh terhadap proses dan kerja keras di balik sebuah kemajuan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membangun lembaga pendidikan tidak diperoleh secara instan. Setiap pencapaian membutuhkan perjuangan panjang, konsistensi, dan kemampuan menghadapi berbagai hambatan.

“Jangan pernah merasa dan meyakini bahwa kesuksesan diperoleh secara instan,” pesannya.

Haedar juga menyinggung fenomena media sosial yang dinilainya kerap menjadikan kritik sebagai sarana untuk menarik perhatian publik.

“Apalagi pada era media sosial sekarang, kritik menjadi komoditas untuk menjadi viral,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kritik tidak melemahkan semangat pihak-pihak yang sedang bekerja dan membangun.

“Jangan pernah merasa kecil hati ketika apa yang kita bangun mendapat kritik. Itu hal yang biasa,” ujarnya.

Haedar mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk tetap berfokus pada kerja nyata dan pembangunan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pendidikan Muhammadiyah untuk Bangsa dan Kemanusiaan

Haedar menegaskan bahwa pengembangan pendidikan Muhammadiyah tidak semata-mata bertujuan membesarkan organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan lembaga pendidikan perlu dinilai berdasarkan manfaat yang dihasilkan. Hal tersebut juga berlaku bagi berbagai amal usaha Muhammadiyah yang dikembangkan di daerah dengan keterbatasan sumber daya.

Ia menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kemajuan, dilandasi nilai-nilai kemanusiaan, serta menghargai pengabdian pihak-pihak yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini terus menjadi penanda kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ucapnya.

Haedar turut menyampaikan apresiasi kepada PWM DIY, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Pemerintah Kabupaten Sleman, serta berbagai pihak yang mendukung pembangunan SMP MSUS.

Ia menegaskan bahwa pengembangan seluruh amal usaha Muhammadiyah harus tetap berlandaskan tujuan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.

“Percayalah, Muhammadiyah bukan untuk Muhammadiyah. Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” pungkasnya. (lsi)

Sumber : Humas Umy