Padi Galon Dipanen, GKR Hemas Dorong Kemandirian Pangan Warga Jogja

FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – GKR Hemas menghadiri panen perdana Pertanian Terpadu Kelompok Tani Swa Katon Asri, Wirobrajan, Jumat (25/9/2026).
‎
Kegiatan berlangsung di Pendopo Paguyuban Sumarah, Jalan Setiaki Nomor 8, Wirobrajan, Yogyakarta, dengan dihadiri sekitar 200 peserta.
‎
Panen perdana tersebut mengusung tema “Ketapang Mas: Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas”.
‎
Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas hadir bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan sejumlah pejabat daerah.
‎Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri yang mengembangkan pertanian terpadu di kawasan perkotaan.
‎
“Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, saya menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri dan seluruh warga,” kata Hasto.
‎
Menurut Hasto, pertanian perkotaan mampu menjawab keterbatasan lahan melalui kreativitas, pemanfaatan barang bekas, serta kolaborasi masyarakat.
‎
“Kita melihat padi yang ditanam dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam, kemudian dipadukan dengan budidaya ikan lele,” ujarnya.
‎
Selain padi dan lele, warga mengembangkan berbagai tanaman pangan seperti cabai, tomat, terong, serta sayuran lainnya.
‎
Hasto menilai konsep tersebut menunjukkan ketahanan pangan perkotaan tidak selalu membutuhkan lahan pertanian yang luas.
‎
“Ketahanan pangan di kota tidak selalu harus dimulai dari lahan yang luas,” kata Hasto dalam sambutannya.
‎
Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan ruang tersedia sekaligus memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
‎
“Kalau lahannya sempit, kita optimalkan ruang yang ada. Kalau ada barang bekas, kita gunakan kembali,” ujarnya.
‎
Hasto berharap panen perdana tersebut tidak menjadi puncak kegiatan, melainkan momentum memperkuat kelompok dan memperluas keterlibatan warga.
‎
“Panen perdana ini bukan menjadi puncak, tetapi menjadi awal untuk memperkuat kelompok,” tutur Hasto.
‎
Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda agar pertanian perkotaan berkembang melalui teknologi, kreativitas, pemasaran digital, dan peluang usaha.
‎
Sementara itu, GKR Hemas mengapresiasi kerja keras dan gotong royong Kelompok Tani Swa Katon Asri dalam mengembangkan pertanian terpadu.
‎
“Panen perdana ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan bukti nyata kerja keras dan gotong royong,” ujar GKR Hemas.
‎
Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat perlu dibangun dari masyarakat dan komunitas, bukan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.
‎
“Ketahanan pangan yang sejati tidak akan pernah tercapai jika hanya mengandalkan kebijakan dari atas,” kata GKR Hemas.
‎
GKR Hemas juga menyatakan komitmennya mengawal kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani serta keberlanjutan sektor pertanian daerah.
‎
“Kita harus memastikan akses terhadap pupuk, bibit unggul, teknologi pertanian, serta akses pasar bagi petani kecil terus ditingkatkan,” ujarnya.
‎
Ia meminta keberhasilan panen perdana tersebut menjadi pemacu inovasi dan inspirasi bagi kelompok tani lainnya.
‎
“Jadikan panen perdana ini sebagai pemacu semangat untuk terus berinovasi dan memperluas skala produksi,” pesan GKR Hemas.
‎
Kegiatan kemudian dilanjutkan Sapa Aruh, diskusi, penyerapan aspirasi masyarakat, tanggapan, penutup, serta foto bersama.
‎
Turut hadir Kapolres Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro, serta jajaran terkait.
‎
Kegiatan panen perdana tersebut berlangsung aman dan tertib, sekaligus memperkuat semangat masyarakat Wirobrajan mengembangkan ketahanan pangan berbasis komunitas.(waw)