Padepokan Baru Rp20 Miliar Jadi Tonggak Penguatan Kader dan Prestasi Tapak Suci

FAJARLAMPUNG.COM, ‎Jogja – Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah senilai Rp20 miliar resmi dimulai, Sabtu (20/6).

Prosesi ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Tapak Suci M. Afnan Hadikusumo, dan Ketua Umum PB IPSI Sugiono.

Padepokan ini diproyeksikan menjadi pusat pengkaderan, pembinaan prestasi, sekaligus pengembangan sumber daya manusia Tapak Suci.

Ketua Panitia Pembangunan Padepokan, Ahmad Djam’an, mengatakan bangunan berdiri di atas lahan wakaf PCM Kotagede dengan konsep Arsitektur Unggul Berkemajuan.

“Bangunan tiga lantai seluas sekitar 1.400 meter persegi ini mampu menampung hingga 1.500 orang. Lantai pertama menjadi arena pertandingan lengkap dengan ruang ganti, sedangkan lantai dua dan tiga digunakan sebagai kantor serta ruang serbaguna,” ujarnya.

Djam’an menegaskan konsep multifungsi menjadi keunggulan padepokan tersebut.

“Gedung ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan Tapak Suci, tetapi juga dapat digunakan berbagai kegiatan organisasi dan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan dukungan anggota Tapak Suci dari berbagai daerah, jaringan luar negeri, serta para donatur.

“Total kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp20 miliar,” jelasnya.

Ketua Umum PP Tapak Suci M. Afnan Hadikusumo menyebut pembangunan padepokan merupakan amanat Muktamar Tapak Suci sekaligus jawaban atas kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

“Saat ini Tapak Suci telah hadir di 36 provinsi dan 25 negara serta terus mencatatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan, “Padepokan ini bukan sekadar gedung latihan, tetapi akan menjadi pusat pengkaderan, pengembangan prestasi, dan pusat peradaban Tapak Suci di masa depan.”

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan pembangunan padepokan harus dimaknai lebih dari sekadar membangun fisik.

“Fasilitas ini harus menjadi pusat pembentukan karakter dan pengembangan generasi unggul,” katanya. Haedar juga optimistis pembangunan akan berjalan sesuai rencana.

“Di Muhammadiyah tidak pernah ada cerita pembangunan tidak berlanjut atau berhenti setelah peletakan batu pertama dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI Sugiono menyatakan padepokan akan memperkuat peran pencak silat dalam membangun karakter generasi muda.

“Karena itu PB IPSI berkomitmen mendukung pembangunan melalui bantuan dana sebesar Rp5 miliar,” ujarnya.

Haedar pun mengapresiasi dukungan tersebut dan meyakini kolaborasi seluruh pihak akan mempercepat terwujudnya padepokan sebagai pusat kaderisasi, prestasi, dan kemajuan Tapak Suci.(WAW)