Momentum Ramadhan, Prof. Edy Ajak Perkuat Spiritualitas dan Perbaiki Ekonomi

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong rapuh dan membutuhkan perubahan mendasar.
‎
Hal tersebut disampaikannya dalam ceramah tarawih di Masjid Syuhada, Selasa (17/3) malam.
‎
Ia menekankan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan karakter bangsa.
‎
Dalam ceramah bertema “Spiritualitas Ramadhan dan Tantangan Ekonomi Bangsa”, Prof. Edy menyebut Ramadhan sebagai Syahrul Tarbiyah atau bulan pendidikan.
‎
“Ramadhan bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga pembentukan kualitas diri, baik spiritual maupun sosial,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Nilai disiplin, kejujuran, dan empati sosial yang dilatih selama Ramadhan harus menjadi fondasi kehidupan sehari-hari.”
‎
Lebih lanjut, ia mengaitkan nilai-nilai spiritual tersebut dengan realitas ekonomi nasional.
‎
Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia masih bertumpu pada sektor primer seperti pertanian dan pertambangan.
‎
“Struktur ekonomi kita belum bertransformasi secara optimal ke sektor industri dan jasa. Ini yang membuat kita berisiko tetap berada di kategori negara berpendapatan rendah,” tegasnya.
‎
Prof. Edy juga menyoroti berbagai indikator sosial-ekonomi yang masih memprihatinkan.
‎
“Angka kemiskinan masih mencapai puluhan juta, ketimpangan tinggi, dan pengangguran belum terselesaikan secara tuntas,” ungkapnya.
‎
Ia bahkan menyebut, “Kalau memakai standar internasional, sebagian besar masyarakat kita masih berada dalam kategori rentan secara ekonomi.”
‎
Kondisi global seperti ketegangan geopolitik juga dinilai memperparah tekanan terhadap ekonomi nasional.
‎
Menutup ceramahnya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan nyata.
‎
“Perubahan tidak akan datang tanpa ikhtiar. Spirit Ramadhan harus menjadi kekuatan untuk memperbaiki kualitas hidup dan kondisi ekonomi kita ke depan,” pungkasnya. (waw)