Momentum Hari Kartini, Emma Rahmi Aryani Tekankan Keseimbangan Karier dan Keluarga

FAJARLAMPUNG.COM, Yogyakarta — Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum refleksi atas peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Semangat emansipasi yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini dinilai masih sangat relevan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Hal tersebut disampaikan oleh Emma Rahmi Aryani selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, yang menilai bahwa saat ini perempuan justru mendominasi banyak sektor, khususnya di layanan publik seperti puskesmas dan rumah sakit.

“Kalau kita lihat di lapangan, tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat justru banyak diisi oleh perempuan. Ini menunjukkan perempuan sekarang sangat kuat dan mampu,” ujarnya.

Menurut Emma Rahmi Aryani, perubahan ini menjadi bukti bahwa perjuangan emansipasi tidak sia-sia. Perempuan kini tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam dunia kerja dan pembangunan.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari keluarga, terutama suami, menjadi faktor penting dalam keberhasilan perempuan menjalankan berbagai peran tersebut.

“Sekarang sudah jarang ada suami yang melarang istrinya untuk berkarier. Justru banyak yang mendukung karena ini juga menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam keluarga,” jelasnya.

Dalam kesehariannya, Emma Rahmi Aryani mengaku tetap menjalankan peran sebagai ibu meski memiliki tanggung jawab besar sebagai pejabat publik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara karier dan keluarga.

“Alhamdulillah, meskipun sibuk, anak-anak tetap terurus. Pendidikan mereka juga berjalan baik,” katanya.

Ia menceritakan bahwa ketiga anaknya berhasil menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di bidang masing-masing, mulai dari dunia kesehatan, akademik, hingga teknologi. Nilai kesederhanaan dan kedisiplinan yang ditanamkan sejak kecil menjadi kunci utama.

Di sisi lain, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama terkait perubahan etika dan kesehatan mental. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial turut memengaruhi pola perilaku remaja.

“Sekarang isu mental health menjadi perhatian. Kami sudah menyiapkan layanan screening dan pendampingan, termasuk program edukasi ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.

Menutup pernyataannya, Emma Rahmi Aryani berpesan agar perempuan masa kini terus menjaga diri sekaligus mengembangkan potensi.

“Perempuan harus bisa menjaga diri, tapi juga jangan takut untuk berkarya dan berinovasi. Tingkatkan martabat dan kualitas diri,” pesannya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Di tengah berbagai tantangan, perempuan Indonesia diharapkan terus melangkah maju, membawa semangat Kartini dalam setiap aspek kehidupan. (Aga)