Memantik Kreasi dan Merawat Bumi, Jogjavaganza Vol 5 Sukses Gaungkan Gaya Hidup Berkelanjutan
FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Jogjavaganza Carnival Vol. 5 sukses menghadirkan perpaduan harmonis antara pelestarian budaya, pengembangan industri kreatif, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam gelaran yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (30–31 Mei 2026) di kawasan Loman Park Hotel Yogyakarta.
Mengusung tema “Memantik Kreasi, Merayakan Tradisi, Merawat Bumi”, festival ini menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas, pelaku usaha kreatif, hingga pegiat lingkungan dalam satu perhelatan yang edukatif dan menghibur.
Kemeriahan acara terlihat dari kehadiran 37 tenant pilihan yang menampilkan beragam produk kreatif, mulai dari karya seni, kerajinan tangan, produk UMKM, hingga kuliner lokal unggulan.
Pasar kreatif tersebut menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin berburu produk lokal berkualitas sekaligus menikmati suasana festival yang hangat dan ramah keluarga.
“Kami ingin memberikan ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk tumbuh bersama masyarakat,” ungkap panitia penyelenggara.
Pada hari pertama, berbagai kegiatan edukatif bertema lingkungan dan kreativitas menjadi sorotan utama.
Workshop Eco Print, Demo Composting, hingga program Eco Swap mengajak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, pengunjung juga diajak mengikuti kelas Patch and Stitch, melukis bersama Sarsa Creative Space, merangkai bunga bersama Kaninara Florist, serta kelas Jemparingan bagi anak-anak.
“Edukasi lingkungan harus dikemas menyenangkan agar mudah diterima semua kalangan,” ujar salah satu instruktur kegiatan.
Memasuki sore hingga malam, suasana semakin semarak dengan edukasi satwa reptil, kelas tenis, serta lomba menyanyi kategori umum yang diikuti berbagai talenta lokal.
Beragam aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa festival tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi masyarakat.
“Jogjavaganza memberi ruang bagi kreativitas untuk tumbuh dan bertemu dengan nilai-nilai budaya yang kuat,” kata peserta festival.
Pada hari kedua, perhatian pengunjung diarahkan pada aspek kesehatan, kebugaran, dan spiritualitas.
Lomba mewarnai anak, kelas Jemparingan dewasa, sesi yoga, beauty class, layanan cek kesehatan, hingga health talk interaktif berlangsung meriah.
Dalam kesempatan tersebut, Loman Park Hotel Yogyakarta juga memperkuat komitmennya mendukung pengembangan wellness tourism melalui kolaborasi strategis dengan Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta yang ditandai dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama.
“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem wisata kesehatan di Yogyakarta,” ujar perwakilan kedua pihak.
Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono S. Putro, menegaskan bahwa Jogjavaganza hadir bukan sekadar festival hiburan.
“Melalui Jogjavaganza Vol. 5, kami ingin menciptakan ruang di mana masyarakat dan wisatawan tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga pulang dengan membawa kesadaran baru tentang pentingnya merawat bumi tempat kita berpijak, tanpa sedikit pun melupakan akar tradisi leluhur kita,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi bersama UMKM, komunitas lingkungan, instruktur kreatif, dan mitra kesehatan dapat terus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis budaya, kesehatan, dan keberlanjutan di Yogyakarta.(waw)

