Masjid Gedhe Kauman Dipadati Jamaah, Salat Idulfitri Muhammadiyah Berjalan Tertib

‎‎FAJARLAMPUNG.COM, Jogja – Ribuan umat Muslim memadati pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta, untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026).
‎
Pelaksanaan ibadah ini mengacu pada ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini.
‎
Keputusan tersebut berbeda dengan pemerintah yang melalui sidang isbat menetapkan Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).
‎
Meski terjadi perbedaan, suasana di kawasan Kauman tetap berlangsung tertib.
‎
“Perbedaan ini tidak mengurangi kekhusyukan ibadah, semua berjalan dengan damai,” ujar salah satu panitia di lokasi.
‎
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin menegaskan pentingnya makna takwa dalam kehidupan sehari-hari.
‎
“Tidak mungkin orang dikatakan beriman dan bertakwa jika masih sering berkata tidak baik dan menyakitkan bagi sesama,” tegasnya dalam khotbah.
‎
Ia juga menyoroti fenomena interaksi di era digital yang dinilai semakin menjauhkan hubungan sosial.
‎
“Tantangan kita saat ini adalah tergerusnya interaksi fisik, digantikan alat komunikasi. Kita menjadi manusia yang semakin asosial, kehilangan empati terhadap sesama,” katanya.
‎
Menurutnya, lunturnya nilai kemanusiaan terlihat dari berbagai persoalan sosial, mulai konflik keluarga hingga praktik korupsi.
‎
“Marilah kita introspeksi diri, jangan sampai merasa memperbaiki padahal justru merusak,” ujarnya.
‎
Ia pun mengajak jamaah menjadikan momentum Idulfitri sebagai awal membangun kehidupan yang harmonis.
‎
Usai salat dan khotbah yang berakhir sekitar pukul 07.30 WIB, jamaah tampak membubarkan diri dengan tertib.
‎
“Semoga Idulfitri ini membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh kepedulian,” pungkasnya. (waw)