Loman Park Hotel Dekatkan Seni dengan Tamu Lewat Pameran Lukisan di Kamar

FAJARLAMPUNG.COM, ‎SLEMAN – Loman Park Hotel Yogyakarta mengubah kamar menjadi galeri privat melalui In-Room Painting Exhibition yang menghadirkan pengalaman seni berbeda bagi seluruh tamu dan.
‎
Peluncuran khusus berlangsung Minggu (9/8/2026), dalam dua sesi sore dan malam, menghadirkan karya Pelukis Koko secara eksklusif bagi pengunjung terpilih.
‎
Konsep tersebut menawarkan pengalaman menginap lebih personal, ketika tamu dapat menikmati lukisan langsung di ruang privat selama berada di hotel dengan nyaman.
‎
Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta Handono S. Putro mengatakan, pameran ini menjadi wujud komitmen menghadirkan ruang apresiasi seni yang hidup semakin.
‎
“ Kami ingin Loman Park Hotel bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang apresiasi seni yang hidup,” ujar Handono saat peluncuran eksklusif tersebut itu.
‎
Menurut Handono, konsep tersebut sejalan dengan nilai “Urip Iku Urup” dan “Memayu Hayuning Bawana” sebagai napas pelayanan utama hotel bagi seluruh tamu.
‎
“ Kami ingin memberikan manfaat, memperindah, serta merawat kebudayaan dengan menjadi panggung bagi seniman hebat kebanggaan Yogyakarta,” katanya menegaskan kepada tamu yang hadir.
‎
Handono menambahkan, karya Pelukis Koko sengaja dibawa mendekati tamu agar keindahan seni dapat dirasakan lebih intim dan mendalam selama menginap di dalamnya.
‎
Pelukis Koko merupakan seniman otodidak kelahiran Yogyakarta yang tumbuh dalam keluarga seni, sekaligus memiliki pengalaman sebagai penerbang glider profesional berpengalaman.
‎
Kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan banyak memengaruhi karyanya, terutama lukisan pesawat, bangunan bersejarah, serta kendaraan klasik dengan detail presisi tinggi menawan.
‎
Karya Pelukis Koko telah dikenal kolektor nasional dan internasional, bahkan beberapa lukisannya menjadi cenderamata kenegaraan bernilai tinggi dan bergengsi tersebut.
‎
Pada 2023, karyanya diserahkan kepada Perdana Menteri Malaysia dan tim aerobatik Angkatan Udara Korea Selatan The Black Eagles dalam ajang internasional bergengsi.
‎
Setahun kemudian, karya tersebut diberikan kepada tim aerobatik Royal Australian Air Force Roulettes, memperluas jejak apresiasi internasional terhadap karya Koko semakin.
‎
Pada Mei 2026, lukisannya juga menjadi cenderamata bagi Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dalam peringatan Angkatan Bersenjata Diraja Brunei yang bersejarah.
‎
Peluncuran malam turut dihadiri Yati Pesek, Lulut Retro, Ali Sudibyo, perwakilan Dinas Pariwisata, seniman, kolektor, serta media nasional dan lokal lokal.
‎
Handono berharap kolaborasi seni dan hospitality ini memperkuat pariwisata Yogyakarta sekaligus membuka ruang perjumpaan antara tamu, seniman, dan budaya secara berkelanjutan lokal.
‎
“ Melalui kolaborasi ini, kami ingin seni semakin dekat dengan tamu dan pariwisata Yogyakarta semakin berakar pada budaya,” pungkasnya penuh optimisme hari ini. (waw)