Lewat OLLANESIA, Pelayang Muda Berprestasi Siap Lestarikan Budaya Nusantara

FAJARLAMPUNG.COM, ‎Bantul – Yogyakarta kembali melahirkan bibit pelayang muda berbakat melalui Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia atau OLLANESIA dalam Jogja International Kite Festival 2026 berlangsung meriah.Kompetisi digela
‎
r selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu dengan melibatkan pelajar berbagai daerah mengikuti beragam kategori lomba penuh kreativitas bersama.
‎
OLLANESIA menjadi agenda unggulan JIKF 2026 untuk mengenalkan olahraga, seni, sekaligus budaya layang-layang kepada generasi muda Indonesia melalui kompetisi edukatif menyenangkan tersebut.
‎
Hari kedua perlombaan menghadirkan empat kategori, yakni merakit layang-layang SMP, mewarnai TK, mewarnai SD kelas satu hingga tiga, serta melukis SD.
‎
Ketua Pelaksana JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, menegaskan OLLANESIA menjadi wadah membangun kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya layang-layang Indonesia sejak dini.
‎
“Harapannya ke depan semakin banyak peserta hadir karena kegiatan ini sangat luar biasa meningkatkan kreativitas sekaligus keterampilan anak,” ujar Anang penuh optimisme.
‎
Ia menambahkan bermain layang-layang bukan sekadar permainan, melainkan olahraga, seni, sekaligus warisan budaya yang harus terus dijaga generasi penerus bangsa Indonesia.
‎
Penyelenggaraan OLLANESIA mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga pelaksanaannya semakin berkualitas dan membanggakan nasional.
‎
Program Director OLLANESIA, Rizal Rusyadi, mengatakan kompetisi tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya ajang layang-layang pelajar berkelanjutan tingkat nasional Indonesia.
‎
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar menyenangkan melalui layang-layang yang memuat nilai seni, budaya, sains, kreativitas, hingga pendidikan karakter,” tegas Rizal Rusyadi.
‎
Menurut Rizal, “Harapannya OLLANESIA menjadi agenda nasional yang melahirkan generasi muda kreatif, inovatif, sekaligus mencintai budaya Indonesia,” katanya menambahkan penuh keyakinan.
‎
Selama perlombaan, peserta memperlihatkan kemampuan merakit, mewarnai, melukis, hingga menerbangkan layang-layang dengan penilaian berdasarkan kreativitas, teknik, serta kesesuaian kategori masing-masing.
‎
Juri dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yunanto Buyung Mahendra, mengapresiasi tingginya kreativitas peserta terutama pada kategori melukis tingkat sekolah dasar kelas empat enam.
‎
“Ide yang dituangkan sangat kreatif dan tekniknya melampaui bayangan kami untuk ukuran anak sekolah dasar,” ungkap Buyung memberikan apresiasi tinggi kepada peserta.
‎
Pada penutupan festival, panitia mengumumkan seluruh juara yang memperoleh Piala Putri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, piagam Puspresnas, paket Faber-Castell, serta uang pembinaan berjenjang.
‎
Kartika, wali juara kategori mewarnai SD Nayanika Alisha, mengatakan, “Lombanya menarik karena mewarnai di layang-layang membuat anak berani mencoba hal baru dan menambah ilmu.”
‎
Melalui OLLANESIA, penyelenggara berharap lahir generasi pelayang muda berprestasi yang siap mengharumkan Indonesia sekaligus menjaga kelestarian budaya layang-layang hingga tingkat internasional. (WAW)