Lewat Literasi Hukum, Fakultas Hukum UWM Dorong Warga Binaan Bangkit dan Berdaya
FAJARLAMPUNG.COM, SLEMAN – Fakultas Hukum UWM menyambangi Lapas Cebongan, Sleman, menebar literasi hukum sekaligus menyalakan harapan warga binaan melalui edukasi dan donasi buku tambahan yang bermanfaat.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut digelar Jumat (7/8), mengusung tema Dari Kampus untuk Lapas: Menebar Literasi Hukum, Menyalakan Harapan bagi warga binaan setempat.
Biro Penyuluhan dan Konsultasi Hukum Fakultas Hukum UWM menghadirkan penyuluhan bertema Pidana dan Pembinaan dalam Perspektif Afeksional dan Legisme bagi warga binaan.
Ketua kegiatan Erna Tri Rusmala Ratnawati mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat, termasuk warga binaan.
“Pembinaan di lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi ruang belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan lebih baik,” ujar Erna tersebut.
Menurut Erna, Fakultas Hukum UWM hadir berbagi pengetahuan hukum sekaligus menumbuhkan semangat belajar melalui donasi buku untuk perpustakaan Lapas Cebongan Sleman tersebut.
Penyuluhan hukum disampaikan Kepala BPKH Fakultas Hukum UWM, Dr. Murdoko, yang menekankan hukum harus menghargai martabat manusia dalam proses pembinaan secara utuh.
“Hukum tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penegakan aturan, tetapi juga sarana pembinaan yang menghargai martabat manusia,” jelas Dr. Murdoko kepada peserta tersebut.
Ia menjelaskan pendekatan afeksional menempatkan empati, kepedulian, dan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan di lingkungan lapas setempat.
Sementara itu, legisme menekankan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, sehingga keduanya perlu berjalan beriringan secara seimbang dan konsisten.
“Penegakan hukum harus menghadirkan keadilan, sementara pembinaan membuka kesempatan seseorang berubah. Hukum yang baik tidak hanya menghukum, tetapi membimbing dan memulihkan,” katanya.
Diskusi berlangsung interaktif, ditandai pertanyaan warga binaan mengenai proses pembinaan, kesadaran hukum, serta tantangan ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya setelah bebas.
Antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan terhadap edukasi hukum yang mudah dipahami, relevan, serta mampu membantu warga binaan menyiapkan kehidupan setelah bebas secara mandiri.
Selain penyuluhan, Fakultas Hukum UWM menyerahkan sejumlah buku kepada Lapas Kelas IIB Cebongan untuk menambah koleksi perpustakaan bagi warga binaan selama pembinaan.
Bantuan buku tersebut diharapkan memperkuat budaya literasi dan menjadi sarana belajar bermanfaat selama menjalani pembinaan, sekaligus membuka wawasan baru bagi seluruh warga.
Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H. memandu kegiatan, sementara kolaborasi UWM dan Lapas Cebongan diharapkan menumbuhkan kesadaran hukum serta harapan baru bagi binaan.(ady)

