Lewat 1.500 Baglog Jamur, BUMKal Nyawiji Perkuat Ekonomi Masyarakat

FAJARLAMPUNG.COM, ‎SLEMAN – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui BUMKal Nyawiji terus memperkuat program ketahanan pangan berbasis masyarakat dengan mengembangkan budidaya jamur bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Padukuhan Pringwulung.
‎
Program ini dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan ketersediaan pangan bergizi sekaligus mendukung penguatan ekonomi keluarga.
‎Pada Selasa (2/6/2026),
‎
Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama BUMKal Nyawiji melakukan penataan sebanyak 1.500 baglog jamur ke dalam kumbung yang telah disiapkan di kawasan Kebun KWT Sumber Rejeki.
‎
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program ketahanan pangan yang telah berjalan sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
‎
Pengembangan budidaya jamur dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan. Selain bernilai gizi tinggi, jamur juga memiliki masa panen yang relatif cepat dan dapat dibudidayakan di lahan terbatas.
‎
Melalui program ini, anggota KWT mendapatkan pendampingan mulai dari sterilisasi kumbung, penataan baglog, perawatan media tanam hingga teknik panen dan pascapanen yang higienis.
‎
Selain aspek budidaya, anggota kelompok juga memperoleh penguatan kapasitas dalam pengelolaan organisasi dan strategi pemasaran hasil panen.
‎
Langkah ini dilakukan agar produk jamur tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
‎
Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan BUMKal Nyawiji terhadap pengembangan budidaya jamur di wilayahnya.
‎
“Kami berharap program budidaya jamur ini dapat menjadi contoh nyata penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat di tingkat padukuhan.
‎
Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menambah pendapatan anggota KWT serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi warga,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Semoga hasil budidaya tahun ini lebih baik, produktivitas meningkat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Pringwulung.”
‎
Usai penataan baglog, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan pertemuan koordinasi dan ramah tamah.
‎
Kebersamaan semakin terasa melalui makan bersama menggunakan alas daun pisang sebagai simbol rasa syukur dan penguatan silaturahmi.
‎
Program ketahanan pangan berbasis KWT ini sejalan dengan visi Kalurahan Condongcatur untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadikan Pringwulung sebagai sentra pangan produktif yang berkelanjutan.(ady)