Kompetensi Pekebun Sawit Jadi Fokus LPP Agro Nusantara Dukung Produktivitas Nasional

FAJARLAMPUNG.COM, ‎Medan – LPP Agro Nusantara kembali dipercaya memfasilitasi Pelatihan Budi Daya Sawit bagi pekebun swadaya melalui dukungan BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan tahun ini.
‎
Pelatihan berlangsung di LePolonia Hotel Convention, menyasar pekebun swadaya Kabupaten Asahan dan Batubara untuk memperkuat kemampuan teknis budidaya sawit berkelanjutan bersama.
‎
Kepala Bidang Perkebunan Sumatera Utara, Muhammad Yusuf Lubis, membuka pelatihan sekaligus mengapresiasi kolaborasi peningkatan kapasitas pekebun swadaya secara berkelanjutan bersama.
‎
“Lewat pelatihan ini, kemampuan pekebun diharapkan semakin meningkat sehingga produktivitas perkebunan sawit rakyat terus berkembang,” ujar Muhammad Yusuf Lubis saat pembukaan.
‎
Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, Dede Yudo Kurniawan, menegaskan peningkatan kompetensi pekebun swadaya menjadi prioritas utama lembaganya hingga sekarang terus.
‎
“Dengan kembali berjalannya program pelatihan ini, kami berharap mampu mendampingi pekebun meningkatkan keterampilan serta kemampuan mereka,”
‎kata Dede Yudo Kurniawan.
‎
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, menyebut pelaksanaan program sepanjang 2026 menghadirkan tantangan besar sekaligus tanggung jawab semakin meningkat bersama.
‎
“Tahun ini kami menargetkan seratus kelas dengan total 3.022 peserta tersebar pada tujuh provinsi,” ujar Pranoto Hadi Raharjo kepada peserta.
‎
Menurut Pranoto, bertambahnya jumlah peserta menjadi motivasi memperkuat kualitas penyelenggaraan pelatihan melalui pengalaman panjang pengembangan sumber daya manusia perkebunan nasional.
‎
“Pengalaman serta keahlian kami menjadi professional guarantee bahwa kebutuhan program benar-benar kami pahami secara menyeluruh,” tegas Pranoto Hadi Raharjo lagi.
‎
Program pelatihan tahun ini menjangkau Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Selatan secara bertahap.
‎
Peserta tidak hanya menerima materi di ruang kelas, melainkan mengikuti praktik lapangan guna memperkuat pemahaman teknik budidaya sawit yang benar langsung.
‎
Fieldtrip dilaksanakan menuju Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina untuk melihat praktik terbaik pengelolaan perkebunan sawit modern secara langsung.
‎
“Kami ingin peserta memperoleh pengalaman nyata sehingga ilmu yang diterima dapat langsung diterapkan pada kebun masing-masing,” ujar panitia pelaksana pelatihan.
‎
Suasana pembukaan semakin semarak melalui penampilan Tari Penyambutan Batak Simalungun yang memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada seluruh peserta pelatihan tersebut.
‎
Pelatihan berlangsung hingga Minggu, 5 Juli 2026, dengan harapan seluruh peserta membawa pulang pengetahuan praktis untuk meningkatkan hasil kebun masing-masing.
‎
“Kami meyakini peningkatan kemampuan pekebun swadaya menjadi titik penting menentukan daya saing sekaligus kesejahteraan pekebun pada masa mendatang,” tutup Pranoto.(waw)