Klaim Berita Tak Sesuai Fakta, Yuni Layangkan Hak Jawab ke Redaksi Terkait Isu Asmara

FAJARLAMPUNG.COM, Sleman – Yuni mengajukan hak jawab atas pemberitaan berjudul “Menjaga Batas Pergaulan dan Martabat: Pentingnya Klarifikasi atas Isu Hubungan Asmara di Lingkungan” yang diterbitkan 17 Oktober 2026.
‎
‎Dalam surat keberatannya kepada Redaksi Gerbang Patriot, Yuni menilai sejumlah keterangan dalam pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya menurut pengetahuan dan pengalamannya.
‎
‎“Saya merasa dirugikan oleh pemberitaan tersebut karena terdapat keterangan yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” tulis Yuni dalam permohonan hak jawabnya.
‎
‎Ia juga menilai pemberitaan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat serta berdampak terhadap nama baiknya di lingkungan sosial.
‎
‎Yuni menegaskan interaksinya dengan pria yang dimaksud hanya sebatas bertemu di tempat live music untuk bernyanyi dan berduet bersama.
‎
‎Terkait komunikasi melalui pesan singkat, Yuni mengakui pernah berkomunikasi dengan pria tersebut. Namun, menurutnya, komunikasi itu terjadi setelah dirinya dihubungi terlebih dahulu.
‎
‎“Komunikasi tersebut tidak dapat serta-merta diartikan sebagai hubungan asmara,” demikian penjelasan Yuni dalam surat hak jawab yang disampaikan kepada redaksi.
‎
‎Ia juga membantah pertemuan di tempat hiburan tersebut berlangsung berdasarkan janji atau kesepakatan pribadi. Yuni mengaku datang untuk bernyanyi dan berinteraksi sebagaimana pengunjung lainnya.
‎
‎Yuni secara khusus keberatan terhadap keterangan yang menyebut dirinya terus-menerus mengajak pria tersebut keluar meskipun telah mendapatkan penolakan.
‎
‎“Saya memohon agar informasi tersebut diverifikasi secara menyeluruh karena menurut keterangan saya, hal tersebut tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya,” tulisnya.
‎
‎Ia turut menegaskan tidak pernah bermaksud mencampuri rumah tangga siapa pun. Karena itu, Yuni berharap pemberitaan tidak membentuk persepsi keliru terhadap dirinya.
‎
‎Melalui surat tersebut, Yuni meminta redaksi meninjau kembali pemberitaan, memberikan ruang hak jawab secara proporsional, serta mengoreksi informasi yang terbukti tidak akurat.
‎
‎Ia juga meminta tanggapan tertulis mengenai tindak lanjut permohonannya. Yuni menyatakan bersedia memberikan keterangan maupun bukti pendukung apabila diperlukan untuk proses verifikasi.
‎
‎Di sisi lain, pihak wartawan menyatakan telah berupaya menghubungi Yuni untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut. Namun, menurut keterangan wartawan, upaya komunikasi itu belum berhasil.
‎
‎Wartawan tersebut menyatakan memiliki bahan pendukung lain yang menurutnya relevan untuk menelusuri persoalan yang diberitakan. Materi itu perlu diperiksa sesuai konteks dan keasliannya.
‎
‎Wartawan juga menyebut adanya keterangan dari pihak laki-laki yang diklaim menguatkan sebagian informasi dalam pemberitaan sebelumnya. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari versi pihak wartawan.
‎
‎Menurut wartawan, pria tersebut secara terbuka mengakui bahwa Yuni pernah mengajaknya keluar. Namun, keterangan itu tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
‎
‎Wartawan turut mengklaim pria tersebut menyampaikan bahwa Yuni pernah meminta dirinya menjadikan hubungan mereka sebagai perselingkuhan. Klaim ini belum dapat dianggap sebagai fakta terverifikasi secara independen.
‎
‎Perbedaan keterangan antara Yuni dan pihak wartawan menunjukkan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap bukti komunikasi, kronologi pertemuan, serta keterangan kedua belah pihak secara berimbang.
‎
‎Redaksi perlu memastikan setiap dokumen dan pernyataan yang dijadikan dasar pemberitaan diperiksa keaslian, konteks, serta relevansinya sebelum menarik kesimpulan mengenai dugaan hubungan pribadi tersebut.
‎
‎Hak jawab merupakan ruang bagi pihak yang merasa dirugikan untuk menyampaikan penjelasan. Penyelesaian persoalan ini perlu mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan perlindungan nama baik semua pihak.(waw)